Dalam satu hari penuh, tepatnya pada Sabtu 13 Juni 2026, Festival pertama yang diadakan oleh UKM Media Indie Kampus berlangsung secara meriah di Gedung G UMKT. Dengan mengusung tema “Splash of Creatives” acara MIKFEST 2026 ini mengajak seluruh Pelajar, Mahasiswa, Komunitas hingga khalayak umum kota Samarinda dan sekitarnya, untuk menyalurkan kreativitas di bidang fotografi, jurnalistik, dan sinematografi.
Pada hakikatnya MIKFEST merupakan hasil kerja sama antar 4 Divisi dalam UKM Media Indie Kampus, yakni Divisi Fotografi, Jurnalistik, Cinema, dan DKV. Masing-masing divisi memiliki agenda yang beruntun. Kecuali Divisi DKV, yang memilih untuk fokus pada desain acara serta pengelolaan media sosial MIKFEST 2026.
Pra acara telah dilakukan sebulan sebelumnya, dimana pendaftaran lomba-lomba dan submisi film dibuka. Terdapat lomba esai, puisi, fotografi, dan submisi film. Yang kemudian akan diumumkan dan ditayangkan di Acara tersebut.
Secara keseluruhan, acara ini menampilkan seminar fotografi dan pengumuman juara lomba fotografi di pagi hari. Dilanjutkan dengan seminar jurnalistik, pelaksanaan lomba Puisi, serta pengumuman juara lomba Esai dan Puisi di siang hingga sore hari. Diakhiri dengan pemutaran film di malam harinya.

Dalam hal pengkurasian dan pemutaran, Divisi Cinema telah bekerja sama dengan production house yakni Academia Pro sebagai komunitas film mahasiswa di Kota Samarinda, dan Layar Mahakama sebagai komunitas pemutaran dan apresiasi film pendek di Kalimantan Timur.
Sebanyak 7 Film diputarkan secara bergiliran, tepukan dan sahutan yang meriah menyalak disela-sela pergantian. Diakhir sesi, terdapat tanya jawab dan apresiasi berupa plakat kepada para filmmaker dibalik pembuatan film-film yang telah lolos kurasi tersebut.
Dengan adanya pemutaran film MIKFEST ini, Diky selaku perwakilan dari Divisi Cinema berharap agar semakin banyak anak muda yang tertarik untuk membuat film dan dapat menunjukkan hasil karyanya dengan berani, khususnya anak daerah Kalimantan Timur.
“Selain itu, harapannya juga bisa menjadi ruang untuk bertemu, berdiskusi, membangun relasi, dan saling mengapresiasi. Juga bisa menjadi awal bentuk kolaborasi antar sekolah, kampus, komunitas, dan juga production house. Semoga ekosistem perfilman lokal kita bisa terus berkembang dan maju.” Tambahnya.
Selain rangkaian kegiatan itu, terdapat total 11 tenant dari ormawa, UMKM, hingga sponsorship yang turut menjajakan aneka makanan, minuman, dan pernak-pernik lainnya yang kepada para pengunjung. Lengkap dengan photo booth bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momennya di acara tersebut.
Tercatat kurang lebih 230 Orang menghadiri acara ini. Meski begitu, Alvinow, ketua panitia MIKFEST 2026 mengakui terdapat beberapa kendala yang menjadi tantangan sekaligus kekurangan.

Mulai dari matinya listrik di lokasi secara mendadak, berdampak pada mundurnya pelaksanaan seminar jurnalistik dari jam 13.00 ke jam 14.00 WITA. Disamping itu, ia juga menyebutkan kendala lain “Kendala yang kami hadapi, ada pada sumber daya manusia, keuangan, serta komunikasi yang masih minim.” Ungkap Alvinow.
Albaihaqi, selaku wakil ketua panitia juga turut menambahkan “Kendalanya juga ada pada sinkronisasi koordinasi dan alur komunikasi antar divisi. Karena acara yang cukup padat, terkadang terjadi miskomunikasi yang akhirnya memicu beberapa kendala teknis di lapangan.”
Tidak terelakkannya beberapa kendala, menjadi catatan evaluasi bagi panitia MIKFEST 2026 “Menurut saya, seperti ini adalah hal yang wajar dan menjadi bagian dari proses pembelajaran … terutama tentang pentingnya sistem pendampingan (mentorship) agar adaptasi panitia baru bisa lebih terarah.” Ucap Albaihaqi.
Ia berharap agar kedepannya MIKFEST dapat lebih matang dalam hal persiapan teknis, kepanitiaan serta koordinasi yang lebih sistematis.
“Terima kasih untuk seluruh panitia, sponsor, pihak kampus, dan media partner yang telah menjadi bagian dari kesuksesan MIKFEST tahun ini. Dedikasi dan dukungan kalian adalah energi utama kami untuk terus berkarya lebih baik ke depannya.” Tutup Albaihaqi dalam wawancaranya.
Pada hakikatnya MIKFEST merupakan hasil kerja sama antar 4 Divisi dalam UKM Media Indie Kampus, yakni Divisi Fotografi, Jurnalistik, Cinema, dan DKV. Masing-masing divisi memiliki agenda yang beruntun. Kecuali Divisi DKV, yang memilih untuk fokus pada desain acara serta pengelolaan media sosial MIKFEST 2026.
Pra acara telah dilakukan sebulan sebelumnya, dimana pendaftaran lomba-lomba dan submisi film dibuka. Terdapat lomba esai, puisi, fotografi, dan submisi film. Yang kemudian akan diumumkan dan ditayangkan di Acara tersebut.
Secara keseluruhan, acara ini menampilkan seminar fotografi dan pengumuman juara lomba fotografi di pagi hari. Dilanjutkan dengan seminar jurnalistik, pelaksanaan lomba Puisi, serta pengumuman juara lomba Esai dan Puisi di siang hingga sore hari. Diakhiri dengan pemutaran film di malam harinya.
Dalam hal pengkurasian dan pemutaran, Divisi Cinema telah bekerja sama dengan production house yakni Academia Pro sebagai komunitas film mahasiswa di Kota Samarinda, dan Layar Mahakama sebagai komunitas pemutaran dan apresiasi film pendek di Kalimantan Timur.
Sebanyak 7 Film diputarkan secara bergiliran, tepukan dan sahutan yang meriah menyalak disela-sela pergantian. Diakhir sesi, terdapat tanya jawab dan apresiasi berupa plakat kepada para filmmaker dibalik pembuatan film-film yang telah lolos kurasi tersebut.
Dengan adanya pemutaran film MIKFEST ini, Diky selaku perwakilan dari Divisi Cinema berharap agar semakin banyak anak muda yang tertarik untuk membuat film dan dapat menunjukkan hasil karyanya dengan berani, khususnya anak daerah Kalimantan Timur.
“Selain itu, harapannya juga bisa menjadi ruang untuk bertemu, berdiskusi, membangun relasi, dan saling mengapresiasi. Juga bisa menjadi awal bentuk kolaborasi antar sekolah, kampus, komunitas, dan juga production house. Semoga ekosistem perfilman lokal kita bisa terus berkembang dan maju.” Tambahnya.
Selain rangkaian kegiatan itu, terdapat total 11 tenant dari ormawa, UMKM, hingga sponsorship yang turut menjajakan aneka makanan, minuman, dan pernak-pernik lainnya yang kepada para pengunjung. Lengkap dengan photo booth bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momennya di acara tersebut.
Tercatat kurang lebih 230 Orang menghadiri acara ini. Meski begitu, Alvinow, ketua panitia MIKFEST 2026 mengakui terdapat beberapa kendala yang menjadi tantangan sekaligus kekurangan.
Mulai dari matinya listrik di lokasi secara mendadak, berdampak pada mundurnya pelaksanaan seminar jurnalistik dari jam 13.00 ke jam 14.00 WITA. Disamping itu, ia juga menyebutkan kendala lain “Kendala yang kami hadapi, ada pada sumber daya manusia, keuangan, serta komunikasi yang masih minim.” Ungkap Alvinow.
Albaihaqi, selaku wakil ketua panitia juga turut menambahkan “Kendalanya juga ada pada sinkronisasi koordinasi dan alur komunikasi antar divisi. Karena acara yang cukup padat, terkadang terjadi miskomunikasi yang akhirnya memicu beberapa kendala teknis di lapangan.”
Tidak terelakkannya beberapa kendala, menjadi catatan evaluasi bagi panitia MIKFEST 2026 “Menurut saya, seperti ini adalah hal yang wajar dan menjadi bagian dari proses pembelajaran … terutama tentang pentingnya sistem pendampingan (mentorship) agar adaptasi panitia baru bisa lebih terarah.” Ucap Albaihaqi.
Ia berharap agar kedepannya MIKFEST dapat lebih matang dalam hal persiapan teknis, kepanitiaan serta koordinasi yang lebih sistematis.
“Terima kasih untuk seluruh panitia, sponsor, pihak kampus, dan media partner yang telah menjadi bagian dari kesuksesan MIKFEST tahun ini. Dedikasi dan dukungan kalian adalah energi utama kami untuk terus berkarya lebih baik ke depannya.” Tutup Albaihaqi dalam wawancaranya.
Press release ditulis oleh Meilisha Alia Nanda Putri

