FISIPERS - Good News, Good IdeasFISIPERS - Good News, Good Ideas
  • Home
  • Berita
  • Opini
  • Seputar FISIP
  • Kategori Lainya
    • Edukasi
    • Event
    • Hiburan dan Gaya Hidup
  • PROFIL
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Galeri
    • Booklet
Reading: Mahasiswa UNMUL Soroti Skema KKN Kolaboratif yang Dinilai Belum Selaras dengan Kebutuhan Desa
Share
Notification Show More
Latest News
Receipt Photo Pertama di FISIP UNMUL : Solusi Mengabadikan Momen dengan Harga Terjangkau
July 9, 2026
Menjadi alternatif kantin di FISIP, Es Teh Picip Hadirkan Berbagai Jenis Hidangan
July 4, 2026
Mahasiswa UNMUL Soroti Skema KKN Kolaboratif yang Dinilai Belum Selaras dengan Kebutuhan Desa
July 3, 2026
Dorong Generasi Muda Mengeksplorasi dan Mengapresiasi Kreativitas di MIKFEST 2026
June 29, 2026
Pelemahan Rupiah Picu Kenaikan Biaya Hidup, Mahasiswa Mulai Perketat Pengeluaran
June 29, 2026
Aa
Aa
FISIPERS - Good News, Good IdeasFISIPERS - Good News, Good Ideas
  • Berita
  • Seputar FISIP
  • Edukasi
  • Event
  • Opini
  • Hiburan dan Gaya Hidup
  • Categories
    • Seputar FISIP
    • Opini
    • Berita
    • Hiburan dan Gaya Hidup
    • Event
    • Edukasi
  • Bookmarks
  • Lainya
    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Galeri
Have an existing account? Sign In
  • Advertise
© 2026 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS - Fakulltas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman
FISIPERS - Good News, Good Ideas > Blog > Berita > Mahasiswa UNMUL Soroti Skema KKN Kolaboratif yang Dinilai Belum Selaras dengan Kebutuhan Desa
Berita

Mahasiswa UNMUL Soroti Skema KKN Kolaboratif yang Dinilai Belum Selaras dengan Kebutuhan Desa

FISIPERS UNMUL
By FISIPERS UNMUL Published July 3, 2026
Last updated: 2026/07/03 at 4:34 PM
Share
Source : instagram @kkn_unmul
SHARE

FISIPERS – Mahasiswa Universitas Mulawarman (UNMUL) menyoroti skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif yang dinilai belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan desa. Ketidaksesuaian antara program kerja yang ditetapkan dengan kondisi di lapangan disebut membuat mahasiswa harus menjalankan program tambahan agar dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat setempat. 

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2023, Muhammad Zulhaidir Dafari, menilai perubahan skema KKN tahun ini mengurangi fleksibilitas mahasiswa dalam menyusun program kerja. Menurutnya, pada pelaksanaan KKN sebelumnya mahasiswa masih dapat memilih skema reguler yang memungkinkan penyusunan program berdasarkan hasil survei kebutuhan desa. Namun, melalui skema KKN kolaboratif tahun ini, seluruh kelompok cenderung diarahkan pada tema tertentu sehingga ruang penyesuaian terhadap kondisi di lapangan menjadi lebih terbatas. 

“Ketetapan yang menurut saya dan teman-teman cukup memberatkan adalah wacana penghapusan KKN reguler. Kami sebelumnya memahami KKN bersifat fleksibel dan dapat menyesuaikan kebutuhan desa. Namun, dalam KKN kolaboratif yang diterapkan, seluruhnya justru menjadi KKN tematik, sehingga dirasa kurang fleksibel dan cukup memberatkan,’ ungkap Dafari  saat diwawancarai langsung pada Selasa, (30/6).

Selain ketidaksesuaian program, Dafari juga menyoroti banyaknya program kerja yang harus diselesaikan dalam waktu pelaksanaan sekitar 45 hari. Menurutnya, apabila seluruh program wajib, program desa, hingga program individu diterapkan secara bersamaan, mahasiswa akan kesulitan memaksimalkan dampak pengabdian kepada masyarakat. Ia menilai pelaksanaan program mungkin tetap dapat dilakukan, namun efektivitas dan kebermanfaatannya perlu menjadi perhatian. 

“Nah, kalau sekiranya itu kemarin wacana benar-benar dilaksanakan, artinya masing-masing mahasiswa punya enam program kerja dengan rentang waktu 40 hari, 40-an hari, apakah itu dinilai efektif? Tentunya tidak. Apakah bisa dilaksanakan? Mungkin bisa dilaksanakan,” ucap Dafari. 

Meski demikian, Dafari mengapresiasi konsep KKN kolaboratif karena dinilai mampu memperluas perspektif mahasiswa melalui kerja sama lintas perguruan tinggi. Menurutnya, keberagaman latar belakang akademik dari berbagai universitas memberikan pengalaman baru serta membuka ruang bertukar pandangan dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat. 

“Jika ditanya apakah ini menjadi keuntungan, saya sendiri merasa ini adalah hal yang benefitable atau ini menjadi keuntungan bagi saya dan kelompok saya karena pertama, keluasan terhadap perspektif itu lebih luas. Karena ketika membahas Universitas Mulawarman, saya rasa apa yang dituangkan pada Kemendikbud Ristek itu sama, karena kami berpacu dari Kemendikbudristek,” papar Dafari, ketika ditanya terkait dengan rencana KKN kolaboratif ini.

Di sisi lain, ia menilai koordinasi antarkampus dalam pelaksanaan KKN kolaboratif masih perlu ditingkatkan. Salah satu kendala yang ditemui ialah perbedaan kalender akademik di masing-masing perguruan tinggi, sehingga sebagian mahasiswa dari universitas lain masih menjalani perkuliahan ketika kegiatan KKN telah dimulai. Menurutnya, penyelarasan jadwal menjadi hal penting agar kolaborasi dapat berjalan lebih efektif di lapangan. 

Selain itu, Dafari juga mempertanyakan dasar penentuan tema program kerja yang dibawa mahasiswa ke desa. Menurutnya, ketidaksesuaian sejumlah program dengan kondisi di lapangan terjadi karena tidak adanya pra-survei atau pemetaan kebutuhan desa sebelum tema KKN ditetapkan.

“Karena tidak ada pra-survei terlebih dahulu. Kami datang ke sana justru kaget karena kondisinya berbeda. Memang sentra perikanan cocok untuk Sungai Mariam, tetapi program lain seperti stunting atau edukasi keuangan belum tentu menjadi kebutuhan utama. Yang menjadi pertanyaan, ketika melakukan pengabdian, yang diprioritaskan itu kebutuhan masyarakat desa atau kepentingan universitas?” ujar Dafari.

Ia menyebut persoalan serupa juga dirasakan oleh beberapa kelompok KKN lain di Kecamatan Anggana. Menurutnya setiap desa memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga program kerja tidak dapat disamaratakan. 

“Sentra perikanan memang cocok di Sungai Mariam, tetapi di Desa Anggana dan Kutai Lama memiliki kebutuhan yang berbeda. Kenapa bisa disamaratakan, padahal setiap desa punya kebutuhan masing-masing?” sambung Dafari.

Dafari berharap tidak ada lagi penambahan kebijakan atau program kerja di tengah persiapan KKN. Ia juga berharap penyusunan program pada pelaksanaan KKN berikutnya didasarkan pada pemetaan kebutuhan desa agar pelaksanaan pengabdian lebih efektif.

“Harapannya, di tahun depan, siapa pun yang menjadi penanggung jawab program KKN atau kewajiban mahasiswa dalam melaksanakan KKN, bisa lebih akurat dalam melihat kebutuhan desa. Untuk menunjang efektivitas pengabdian yang dilakukan, untuk mengefisiensikan waktu teman-teman KKN. Baik Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman maupun universitas lain yang juga menjadi penanggung jawab KKN kolaboratif tahun ini,”pungkas Dafari. (30/06/2026)

Menanggapi aspirasi tersebut, pada 29 Juni 2026 LP2M Universitas Mulawarman menggelar audiensi bersama perwakilan peserta KKN Angkatan 52. Dalam forum tersebut dibahas tata kelola informasi, penetapan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), program prioritas, sistem penilaian, hingga iuran wajib KKN. Rangkuman hasil audiensi kemudian diunggah melalui akun Instagram resmi @kkn_unmul.

Source : instagram @kkn_unmul

Ketua Panitia KKN LP2M Universitas Mulawarman, Kiswanto, S.Hut., M.P., Ph.D., mengklarifikasi bahwa kesalahpahaman yang muncul menjelang pelaksanaan KKN terjadi akibat mekanisme komunikasi informasi. Ia menegaskan LP2M akan memperbaiki sistem komunikasi agar lebih terstruktur dan seluruh informasi dapat disampaikan secara resmi.

Selain itu, sekitar 80 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) ditargetkan rampung ditetapkan pada awal Juli untuk mendampingi 377 kelompok KKN. Mahasiswa juga diimbau menyusun program kerja berdasarkan hasil observasi dan kebutuhan masyarakat di lokasi KKN. Apabila terdapat program yang dinilai memberatkan atau membutuhkan biaya tanpa dukungan dari instansi terkait, mahasiswa tidak diwajibkan melaksanakannya.

Sebagai bentuk dukungan, LP2M juga akan menyediakan banner resmi KKN di seluruh 377 lokasi penempatan mahasiswa. Melalui langkah tersebut, LP2M berharap pelaksanaan KKN Angkatan 52 dapat berjalan lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat. 

 

(sya/wfa/faa)

You Might Also Like

Receipt Photo Pertama di FISIP UNMUL : Solusi Mengabadikan Momen dengan Harga Terjangkau

Pelemahan Rupiah Picu Kenaikan Biaya Hidup, Mahasiswa Mulai Perketat Pengeluaran

FISIP Resmi Bangun Gedung Baru, 3 Prodi Tempati Fasilitas yang Lebih Representatif

Nobar “Pesta Babi” Digelar di FISIP UNMUL, Mahasiswa Soroti Isu Ekologi dan Kemanusiaan di Papua

BEM KM Unmul: Undangan Debat Gubernur Sudah Dikirim Tiga Kali

FISIPERS UNMUL July 3, 2026
Share this Article
Facebook TwitterEmail Print
Previous Article Dorong Generasi Muda Mengeksplorasi dan Mengapresiasi Kreativitas di MIKFEST 2026
Next Article Menjadi alternatif kantin di FISIP, Es Teh Picip Hadirkan Berbagai Jenis Hidangan

Stay Connected

Instagram Follow
Youtube Subscribe

Latest News

Receipt Photo Pertama di FISIP UNMUL : Solusi Mengabadikan Momen dengan Harga Terjangkau
Berita Hiburan dan Gaya Hidup Seputar FISIP
Menjadi alternatif kantin di FISIP, Es Teh Picip Hadirkan Berbagai Jenis Hidangan
Hiburan dan Gaya Hidup Seputar FISIP
Mahasiswa UNMUL Soroti Skema KKN Kolaboratif yang Dinilai Belum Selaras dengan Kebutuhan Desa
Berita
Dorong Generasi Muda Mengeksplorasi dan Mengapresiasi Kreativitas di MIKFEST 2026
Event
//

Resmi didirikan pada tahun 2022, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS merupakan unit kegiatan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman yang berfokus pada bidang jurnalistik dan multimedia.

Menu Lainya

  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • GALERI
  • BOOKLET

Kategori

  • BERITA
  • SEPUTAR FISIP
  • EDUKASI
  • EVENT
  • HIBURAN DAN GAYA HIDUP
  • OPINI
July 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    

© 2026 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS - Fakulltas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman

Selamat Datang Di FISIPERS

Good News, Good Ideas!

https://fisipers.fisip.unmul.ac.id

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?