
Samarinda, 8 Juni 2026 – Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Indonesia (ASPIKOM) Koordinator Wilayah Kalimantan Timur–Kalimantan Barat (Kaltim–Kalbar) resmi dilantik dalam rangkaian kegiatan Kuliah Umum dan Pelantikan Pengurus ASPIKOM Korwil Kaltim–Kalbar. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antarprogram studi Ilmu Komunikasi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan komunikasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Ketua Umum Pusat ASPIKOM, Prof. Anang Sujoko, menegaskan bahwa ASPIKOM memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan Ilmu Komunikasi di Indonesia. Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin cepat, termasuk hadirnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), menuntut program studi Ilmu Komunikasi untuk terus beradaptasi agar tetap relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa ASPIKOM berkomitmen untuk mendukung standarisasi pendidikan Ilmu Komunikasi melalui penguatan kurikulum, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan jejaring akademik antarperguruan tinggi. Selain itu, ASPIKOM juga berupaya memfasilitasi peningkatan akreditasi program studi dan pengembangan kompetensi dosen di berbagai daerah.
Pada kesempatan yang sama, Ketua ASPIKOM Korwil Kaltim–Kalbar periode 2025–2029, Dr. Silviana Purwanti., S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kepengurusan baru akan berfokus pada penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Kolaborasi tersebut akan diwujudkan melalui berbagai program, seperti penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen, hingga pengembangan program pertukaran mahasiswa.
Menurutnya, pengembangan kurikulum juga perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah. Oleh karena itu, isu-isu strategis yang berkembang di Kalimantan, seperti lingkungan hidup, komunikasi lintas budaya, dan perkembangan industri digital, dapat menjadi bagian penting dalam penyusunan kurikulum Ilmu Komunikasi yang lebih kontekstual dan relevan.
Selain pelantikan pengurus, kegiatan ini juga diisi dengan kuliah umum yang membahas tantangan dan peluang pendidikan Ilmu Komunikasi di era digital. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan kritis yang disampaikan mahasiswa terkait perkembangan teknologi komunikasi dan masa depan profesi komunikasi di tengah transformasi digital.
Melalui terbentuknya ASPIKOM Korwil Kaltim–Kalbar, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antarprogram studi Ilmu Komunikasi di wilayah Kalimantan. Kehadiran korwil ini juga diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta pengembangan sumber daya manusia guna menghadapi tantangan komunikasi di masa depan.
(sya/dv)

