FISIPERS — Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sketsa Universitas Mulawarman (Unmul) kembali menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) Sketsa Unmul 2026 di Aula Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Sabtu (29/8/2025). Mengusung tema “See. Think. Tell: The Journey From Reality to Story”, kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi para peserta untuk mengenali dasar-dasar kerja pers secara komprehensif.

Aliya Falihah Jahra selaku Koordinator Acara menjelaskan alasan dibalik pemilihan tema tersebut. Menurutnya, tiga kata kunci itu merepresentasikan proses utuh dalam dunia jurnalistik.
“See artinya melihat realitas. Think artinya berpikir kritis dalam mengolah fakta. Tell artinya menyampaikan informasi secara akurat serta bertanggung jawab. Lalu, The Journey from Reality to Story memperlihatkan prosedur jurnalistik yang awalnya mengamati realitas sampai menyampaikannya menjadi sebuah cerita,” ujarnya.
Pelatihan ini mencatatkan antusiasme yang cukup tinggi dengan total 55 peserta yang terlibat. Berdasarkan data registrasi, puluhan peserta tersebut datang dari berbagai latar belakang, mulai dari peserta umum, delegasi, hingga anggota baru Sketsa angkatan 19.

Target utama dari PJTD 2026 ini agar para peserta memiliki pemahaman dasar dalam mengenali isu yang memiliki nilai berita serta mampu menentukan angle yang tepat. Di samping itu, peserta juga dibekali pemahaman mendasar terkait fotografi jurnalistik agar mampu mengolah informasi temuan mereka menjadi sebuah produk berita yang utuh.
“Target utama dalam mengadakan PJTD 2026 ini adalah agar peserta memiliki pemahaman dasar dalam mengenali isu yang memiliki nilai berita dan mampu menentukan angle yang tepat. Selain itu, peserta diharapkan mulai memahami dasar fotografi jurnalistik sehingga dapat mengolah informasi yang mereka temukan menjadi sebuah berita,” jelas Aliya.
Untuk mewujudkan target tersebut, materi yang diberikan difokuskan secara spesifik pada penentuan isu dalam berita dan fotografi jurnalistik. Pemilihan materi ini disesuaikan langsung dengan kebutuhan peserta tingkat dasar agar mereka terlatih mengenali suatu fenomena.
“Materi yang diberikan berfokus pada penentuan isu dalam berita dan fotografi jurnalistik. Pemilihan materi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan peserta tingkat dasar agar mereka terlebih dahulu memahami bagaimana mengenali suatu isu dan menentukan cara yang tepat untuk mengolahnya menjadi informasi,” terangnya.
Tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, peserta juga langsung terjun ke sesi praktik di sekitar lokasi kegiatan. Setiap peserta diwajibkan mencari objek yang dapat diangkat menjadi isu jurnalistik, mengambil foto, serta menyusun caption berdasarkan kaidah 5W+1H. Hasil praktik tersebut kemudian dibahas bersama dalam sesi review agar peserta bisa langsung mengevaluasi kelebihan serta kekurangan dari karya mereka.
Untuk mendukung kualitas materi, PJTD 2026 menghadirkan praktisi media yang berpengalaman di bidangnya, yakni Kak Melisa selaku Pemimpin Redaksi Ayokaltim dan Kak Defrico Alfan Saputra selaku fotografer Kaltim Today. Kehadiran kedua pemateri ahli ini dinilai mampu memberikan wawasan nyata bagi peserta yang tertarik mendalami dunia jurnalistik.

“PJTD 2026 menghadirkan Kak Defrico Alfan Saputra dan Kak Melisa sebagai pemateri. Keduanya memiliki pengalaman yang relevan dengan materi yang diberikan dalam PJTD, dengan pengalaman mereka sehingga dapat dipercaya memberi ilmu bagi peserta yang tertarik di dunia jurnalistik,” ungkap Jahra menjelaskan alasan pemilihan narasumber.
Sebagai langkah konkret dan rencana tindak lanjut, peserta diharapkan mampu memahami serta menerapkan materi jurnalistik secara mandiri setelah pelatihan ini usai. Pengalaman dan keterampilan tersebut nantinya dapat terus dikembangkan melalui praktik langsung di lingkungan masing-masing.
(yd)

