FISIPERS – Bertepatan dengan pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Mulawarman 2026, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UNMUL menyampaikan pernyataan sikap melalui aksi simbolik di kawasan GOR 27 September Universitas Mulawarman, Senin (3/8).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap sejumlah persoalan yang dinilai masih terjadi dalam pelaksanaan PKKMB, khususnya terkait fasilitas dan kenyamanan mahasiswa baru selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Presiden BEM FISIP UNMUL, Rossa Tri Rahmawati Bahri, mengatakan bahwa aksi tersebut berangkat dari pandangan bahwa PKKMB seharusnya menjadi momentum penyambutan mahasiswa baru di lingkungan kampus. Namun, menurutnya, pelaksanaan kegiatan belum sepenuhnya mencerminkan bentuk penyambutan yang layak.
“PKKMB itu adalah sebuah momentum penyambutan mahasiswa. Ketika momentum tersebut justru tidak menggambarkan bentuk penyambutan untuk teman-teman mahasiswa baru, itulah yang menjadi landasan teman-teman FISIP untuk bergerak,” ujarnya.
Rossa menilai persoalan di lingkungan Universitas Mulawarman tidak hanya berkaitan dengan fasilitas, tetapi juga menyangkut sistem penyelenggaraan dan sistem pendidikan yang masih perlu mendapat perhatian.
Dalam pelaksanaan PKKMB, BEM FISIP UNMUL menyoroti kondisi mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan di bawah cuaca terik tanpa fasilitas penunjang, seperti tenda dan alas untuk duduk.
“Ketika PKKMB berlangsung, tidak ada satu pun teman-teman mahasiswa baru yang mendapatkan tenda. Saat teman-teman datang dan langsung berada di lapangan, cuacanya sudah cukup terik. Selain tidak mendapatkan tenda, teman-teman juga tidak mendapatkan alas,” katanya.

Menurut Rossa, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama BEM FISIP UNMUL menyampaikan aspirasi melalui aksi simbolik. Ia menilai Universitas Mulawarman sebagai salah satu perguruan tinggi negeri berbadan hukum dan perguruan tinggi negeri terbesar di Kalimantan seharusnya mampu menyediakan fasilitas yang menunjang kenyamanan mahasiswa baru.
“Tidak wajar jika hari ini UNMUL tidak bisa menyediakan tenda maupun alas untuk mahasiswa baru,” tuturnya.
Aksi tersebut melibatkan mahasiswa FISIP UNMUL sebagai bentuk kepedulian terhadap isu sosial dan politik yang terjadi di lingkungan kampus. Rossa menjelaskan bahwa mahasiswa telah diberikan pemahaman mengenai aksi yang akan dilakukan sebelum rangkaian PKKMB berlangsung.
“Semua teman terlibat karena di FISIP kita dituntut untuk peka terhadap isu sosial dan politik serta kritis dalam menghadapi situasi dan kondisi di lapangan. Sebelum mahasiswa baru turun, kami juga sudah memberikan pemahaman bahwa dalam PKKMB akan dilakukan aksi seperti ini,” jelasnya.
Selain aksi simbolik, mahasiswa juga membawa sejumlah banner yang memuat poin-poin tuntutan. Rossa menyebut persiapan aksi dan pembuatan banner dilakukan secara kolektif oleh mahasiswa serta mulai dikoordinasikan sekitar tiga hari sebelum pelaksanaan kegiatan.

“Kerja ini dilakukan secara kolektif. Kami merespons isu yang ada dengan mengemasnya dalam bentuk propaganda dan menuangkannya ke dalam banner. Koordinasi mulai dibangun sekitar H-3 dan kemudian kami menyusun poin-poin tuntutan yang akan disampaikan,” ujarnya.
Aksi tersebut mendapatkan respon positif dari mahasiswa, salah satunya adalah mahasiswa baru dari program studi Pemerintahan Integratif. “Tanggapan saya tentang aksi tadi itu sangat berani. Di mana kita harus bersuara, berani bersuara.”
Rossa menegaskan bahwa aksi tersebut bukan semata-mata bentuk protes terhadap pelaksanaan PKKMB, melainkan upaya untuk menyuarakan kondisi mahasiswa baru yang dinilai belum mendapatkan fasilitas dan kenyamanan yang memadai.

“Sesimpel hari ini, kenyamanan mahasiswa baru itu tidak terakomodasi selama pelaksanaan PKKMB berlangsung,” pungkasnya.
Melalui aksi tersebut, BEM FISIP UNMUL menegaskan bahwa fokus utama yang ingin disampaikan adalah persoalan kenyamanan mahasiswa baru selama mengikuti PKKMB. Aksi itu merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi di lapangan, di mana aspek kenyamanan mahasiswa baru dinilai belum terakomodasi selama rangkaian kegiatan berlangsung.
(mel/nj)

