FISIPERS – Pada Selasa, 4 Agustus 2026, mahasiswa baru FISIP Universitas Mulawarman (UNMUL) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang mengusung konsep kolaboratif dan berorientasi pada pengembangan prestasi mahasiswa.
Pengenalan Kehidupan Kampus tentu bukan hanya menjadi salah satu pintu awal bagi para mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus, tetapi juga menjadi salah satu tonggak utama bagi pihak fakultas dalam mengusung konsep yang dilakukan dengan sistem kolaboratif.
Konsep ini memfokuskan pada pembangunan budaya prestasi mahasiswa. Hal ini selaras dengan ucapan Daryono, selaku Wakil Dekan 3 FISIP UNMUL saat diwawancarai langsung oleh Pewarta dihari yang sama saat PKKMB sedang berlangsung.
“Baik, jadi kita sekarang sedang fokus untuk membangun konsep yang kolaboratif. Kemudian selalu berkata tentang prestasi yang lainnya. Sehingga harapannya ini menjadi awal yang baik untuk adik-adik kita. Karena mereka dari awal sudah diharapkan untuk melahirkan banyak prestasi di bidang-bidang, baik akademik maupun non-akademik,” ungkapnya ketika ditanya pada (4/8).
Daryono pun menjelaskan lebih lanjut bahwa PKKMB yang dilaksanakan oleh fakultas bagi para mahasiswa baru dapat menjadi langkah awal yang baik karena dapat mengembangkan prestasi akademik maupun non akademik, aktif dalam organisasi dan kegiatan kemahasiswaan, serta mengembangkan potensi di berbagai bidang lainnya.

Selain mengusung konsep kolaboratif yang menyenangkan bagi para mahasiswa baru, pihak fakultas sendiri juga memperkenalkan beberapa Unit Penunjang Akademik (UPA) yang terdiri dari UPA bahasa yang berfokus dalam membantu mahasiswa memenuhi persyaratan kemampuan bahasa, seperti Bahasa Inggris. Lalu ada UPA BK (Bimbingan dan Konseling) yang berfokus untuk memberikan layanan konseling bagi mahasiswa yang mengalami kendala psikologis atau akademik. Kemudian ada UPA Perkasa yang memberikan informasi mengenai dunia kerja dan kemitraan dengan perusahaan. Dan yang terakhir ada UPA PPKPT yang berfokus pada penanganan permasalahan psikologis dan perlindungan terhadap mahasiswa.
Adapun ketika ditanya mengenai persiapan untuk PKKMB di tahun ini, Daryono mengungkapkan bahwa persiapan berlangsung selama 2-3 bulan dan sebelum menyusun konsep kolaboratif seperti ini, panitia melakukan studi banding ke beberapa perguruan tinggi dengan tujuan untuk mempelajari pengelolaan PKKMB di kampus-kampus besar sehingga dapat diterapkan di fakultas FISIP UNMUL.
“Jadi PKKMB ini boleh dibilang cukup lama persiapannya, karena kita mengawali dari melihat bagaimana kampus-kampus besar memaknai PKKMB. Contoh kemarin, Bapak bersama tim itu berkunjung ke UNAIR dan UNESA, kemudian juga ke Pulau Jawa yaitu Malang untuk melihat bagaimana di sana mempersiapkan PKKMB,” sambungnya.

Di akhir wawancara, Daryono juga mengungkapkan harapannya terhadap para mahasiswa baru yang telah menjadi bagian dari FISIP UNMUL. Ia berharap agar para mahasiswa baru jauh siap dibanding angkatan sebelumnya karena konsep PKKMB tahun ini dinilai lebih lengkap dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu ia juga berharap agar para mahasiwa baru dapat lebih mengenal lingkungan kampus sejak awal dan mampu memanfaatkan seluruh fasilitas yang telah disediakan oleh universitas maupun fakultas.
“Maba tahun ini tentu harapannya lebih siap dari kakak tingkatnya. Kenapa? Karena konsepnya lebih sempurna sekarang. Artinya, kita mencoba menyajikan banyak hal yang tahun lalu tidak ada,” tutupnya.
(dv/sya/wfa)

