FISIPERS – Di tengah seruan massa aksi dalam aksi lanjutan yang kembali menggema di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Senin (4/5), para pedagang asongan menggunakan peluang keramaian untuk mengais pundi-pundi rupiah sembari mengantisipasi potensi kericuhan.
Aksi lanjutan kembali digelar di depan Gedung DPRD Provinsi Kaltim dengan membawa sejumlah tuntutan, diantaranya mendorong penggunaan hak angket, menyejahterakan buruh dan merevisi Undang-Undang Ketenagakerjaan, serta menuntut keadilan pendidikan dan jaminan keselamatan pelajar di seluruh Kalimantan Timur.
Di sela tuntutan serta orasi yang disampaikan oleh massa aksi, sejumlah pedagang turut hadir untuk mengais rezeki dengan memanfaatkan keramaian. Di antaranya adalah Halimah dan Siti.
Halimah merupakan pedagang keliling yang tidak hanya berjualan saat aksi berlangsung, tetapi juga berpindah-pindah mengikuti keramaian di berbagai daerah, seperti Kalimantan Selatan hingga Batu Licin. Ia memanfaatkan momen aksi sebagai peluang untuk berjualan, namun tetap mengutamakan keamanan.

Halimah mengaku akan segera meninggalkan lokasi jika ada indikasi kericuhan yang dapat membahayakan dirinya.
“Kalau sudah dikasih tahu bakal rusuh, kami langsung pulang. Takut terjadi apa-apa,” ungkapnya saat diwawancarai oleh Pewarta FISIPERS.
Sementara itu, pedagang es dan pentol, Siti, juga membagikan pengalamannya berjualan di tengah aksi lanjutan ini.
“Baru dua kali coba, yang kemarin juga cuma sebentar, dan kondisi sekitar kondusif saja,” ujarnya saat ditanya mengenai situasi di lokasi.
Berbeda dengan Halimah yang berkeliling ke berbagai daerah, Siti hanya berjualan saat ada aksi berlangsung. Ia mengaku baru mencoba berjualan di situasi seperti ini dan telah melakukannya sebanyak dua kali. Menurutnya, kondisi di sekitar aksi cukup kondusif dan ia belum pernah mengalami kejadian yang mengkhawatirkan, seperti situasi yang tiba-tiba berubah ricuh saat berjualan.

Biasanya, Siti berjualan di kawasan rekreasi. Namun kali ini, ia mencoba peruntungan dengan datang ke lokasi aksi karena melihat potensi keramaian yang dapat meningkatkan penjualannya.
“Kan ini salah satunya tentang hak angket ya? Semoga saja bisa diselesaikan,” tambahnya.
Sebagai penutup, Siti juga menyampaikan harapannya agar tuntutan yang disuarakan massa aksi dapat segera menemukan penyelesaian.
(sya)

