FISIPERS – Ratusan massa aksi dalam aksi 214 Jilid II terlihat memadati halaman gedung DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) pada Senin (4/5). Kehadiran sejumlah anak-anak di bawah umur di lokasi menjadi perhatian khusus bagi Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim yang terjun langsung ke lokasi guna memastikan keamanan dan keselamatan anak-anak di bawah umur.
Aksi unjuk rasa yang diikuti ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kaltim di depan gedung DPRD merupakan aksi lanjutan dari aksi 214. Namun, di sisi lain kehadiran banyak anak di bawah umur di lokasi aksi menarik perhatian tersendiri.

Di tengah aksi unjuk rasa di DPRD Kaltim, TRC PPA Kaltim menegaskan pentingnya perlindungan bagi anak-anak di bawah umur di tengah situasi yang bisa saja menjadi sangat beresiko. dengan memposisikan sebagai pengawas keselamatan dan keamanan anak, TRC PPA memastikan bahwa ruang demokrasi akan tetap aman dan berjalan tanpa harus mengorbankan keselamatan anak-anak di bawah umur.
Biro Hukum TRC PPA Kaltim, Sudirman, menegaskan bahwa kehadiran TRC PPA difokuskan untuk melakukan pengawasan terhadap keamanan dan keselamatan anak-anak di bawah umur yang terlibat. Menurutnya, anak-anak di bawah umur belum saatnya berada di tengah aksi massa, bukan karena tidak memiliki hak suara, melainkan karena keterbatasan usia yang membuat mereka rentan terhadap resiko keselamatan di tempat.

“Karena bagi kami, anak-anak belum pantas dan belum layak. Bukan tidak punya suara, mereka punya juga, tapi biarlah melalui lembaga-lembaga saja yang kemudian mengaspirasikan. Jadi anak-anak tidak boleh terlibat secara langsung dalam aksi ini, karena kita menjaga keselamatan mereka juga,’’ ungkapnya saat di wawancarai.
Oleh karena itu lembaga TRC PPA berkomitmen untuk memantau dan menjaga keselamatan serta keamanan anak-anak sebagaimana yang telah mereka lakukan sejak Aksi 214 sebelumnya.
Terkait tuntutan yang dibawa oleh massa aksi, pihak TRC PPA Kaltim menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi adalah bagian dari hak demokrasi setiap warga negara yang harus dihormati. Meski begitu, fokus utama merekai tetap mengawasi keselamatan dan keamanan anak-anak di bawah umur.
Pihak TRC PPA berharap aksi unjuk rasa ini berjalan tertib dan kondusif hingga akhir. harapan besarnya seluruh aspirasi bisa didengar dan direspons oleh pihak terkait, serta memastikan semua pihak dapat kembali ke rumah masing-masing dengan selamat tanpa ada kendala atau insiden yang tidak diinginkan.
(dv)

