FISIPERS – Ada pemandangan baru di antara ramainya mahasiswa yang berlalu lalang di sekitar gedung FISIP minggu ini. Bukan bangunan fisik, melainkan fasilitas air minum gratis yang muncul di berbagai sudut strategis. Program baru yang mulai terlihat sejak Senin, 4 Mei 2026 ini tentunya menarik perhatian dari mahasiswa di sela perkuliahan.
Rupanya, program yang baru saja terealisasi sepenuhnya di tahun 2026 ini telah direncanakan sejak tahun 2024 lalu. “ Tahun 2024 udah ada program tapi terlaksananya di tahun 2026 ini,” ucap Siti Mutmainah yang merupakan kepala BMN FISIP.

Menurutnya, program ini adalah sebagai bentuk komitmen fakultas untuk mengurangi limbah plastik dengan mendorong mahasiswanya membawa tumbler sendiri dan melakukan isi ulang, alih-alih membeli air mineral botol sekali pakai.
“Jadi programnya pakai tumbler semua mahasiswa makanya kita di fasilitasi dengan air gratis tadi itu, air galon,” tuturnya Siti Mutmainah.
Hingga saat ini, fasilitas tersebut baru tersedia di masing-masing lantai 1 dari tiap gedung mulai dari gedung D1 hingga D12. Meski dikarenakan adanya penyesuaian pada anggaran hingga membuat jumlah yang diberikan saat ini belum mencapai tiap lantai di seluruh gedung di FISIP, pihak fakultas menegaskan akan terus memastikan ketersediaan air minum.

“Tiap gedung itu ada 1, posisinya di lantai 1. Karena masih keterbatasan anggaran juga kan, jadinya belinya belum semuanya.”
Sedangkan untuk skema program ini akan dipantau langsung oleh tim umum dan BMN dan akan langsung diganti dengan air galon yang baru jika ada titik yang telah kehabisan air minum. Dan jika permintaan jumlah air di suatu titik lebih tinggi maka pihak fakultas akan memprioritaskan untuk menambah stok air minum di titik tersebut.
Bagi mahasiswa, kehadiran fasilitas ini pun mendapat tanggapan positif dari mahasiswa. Muhammad Syauqi, mahasiswa Administrasi Publik 2025, mengaku sangat terbantu mengingat tumbler yang dimilikinya tidak begitu besar sehingga seringkali cepat habis hingga terkadang membuatnya harus membeli air mineral kemasan.
“Saya pikir ini buat cuci tangan, tapi pas saya coba ternyata buat minum. Terus saya penasaran siapa yang nyediain karena menurut saya ini bagus banget,” paparny.
Menurut Syauqi, fasilitas ini memberikan motivasi kuat bagi para mahasiswa untuk mulai konsisten membawa tumbler dari rumah karena kemudahan akses untuk mengisi ulang di lingkungan kampus. Hal ini secara tidak langsung juga mendukung misi besar fakultas dalam menekan angka sampah sampah plastik termasuk botol sekali pakai di FISIP Unmul.

“Kalau menurut saya dampaknya sangat gede sekali ya terutama tadi dorongan bagi mahasiswa untuk bawa tumbler ke kampus yang secara tidak langsung juga mendukung proyek untuk mengurangi sampah plastik dari botol plastik,” ujar Syauqi.
Dengan adanya fasilitas air minum gratis ini, FISIP tidak hanya berupaya meningkatkan kenyamanan mahasiswa selama berada di lingkungan kampus, tetapi juga menunjukkan langkah nyata dalam mendukung pengurangan sampah plastik dan budaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
(ha/eny/may)

