FISIPERS - Good News, Good IdeasFISIPERS - Good News, Good Ideas
  • Home
  • Berita
  • Opini
  • Seputar FISIP
  • Kategori Lainya
    • Edukasi
    • Event
    • Hiburan dan Gaya Hidup
  • Pages
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Galeri
Reading: Lebih Dari Sekedar Kebaya: Menggali Ulang Jejak Kartini di Era Digital
Share
Notification Show More
Latest News
Mahasiswa FISIP UNMUL : Tolak Dinasti Politik dan KKN di Kalimantan Timur
April 23, 2026
Ribuan Massa Gelar Aksi di DPRD Kaltim, Soroti Dugaan Praktik KKN di Lingkungan Pemprov
April 23, 2026
“Kaltim Darurat”: Massa Desak Audit Total Pemprov dan Hak Angket, DPRD Teken Tuntutan di Tengah Tekanan Aksi
April 23, 2026
Lebih Dari Sekedar Kebaya: Menggali Ulang Jejak Kartini di Era Digital
April 22, 2026
BEM KM UNMUL Memberikan Kartu Merah Kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Pada Kegiatan BEM FISIP UNMUL.
April 3, 2026
Aa
Aa
FISIPERS - Good News, Good IdeasFISIPERS - Good News, Good Ideas
  • Berita
  • Seputar FISIP
  • Edukasi
  • Event
  • Opini
  • Hiburan dan Gaya Hidup
  • Categories
    • Seputar FISIP
    • Opini
    • Berita
    • Hiburan dan Gaya Hidup
    • Event
    • Edukasi
  • Bookmarks
  • Lainya
    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Galeri
Have an existing account? Sign In
  • Advertise
© 2026 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS - Fakulltas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman
FISIPERS - Good News, Good Ideas > Blog > Berita > Lebih Dari Sekedar Kebaya: Menggali Ulang Jejak Kartini di Era Digital
BeritaHiburan dan Gaya Hidup

Lebih Dari Sekedar Kebaya: Menggali Ulang Jejak Kartini di Era Digital

FISIPERS UNMUL
By FISIPERS UNMUL Published April 22, 2026
Last updated: 2026/04/23 at 12:00 AM
Share
SHARE

FISIPERS – Selasa, 21 April 2026 yang bertepatan dengan Hari Kartini Menjadi momentum bagi mahasiswa Universitas Mulawarman untuk merefleksikan kembali sejauh mana sosok pahlawan perempuan dikenal. Meski setiap tanggal 21 april diperingati sebagai Hari kartini, muncul pertanyaan, apakah pengenalan terhadap tokoh-tokoh feminis Indonesia itu masih terjebak pada simbolis tanpa benar-benar memahami esensi perjuangan mereka? 

Minimnya literasi sejarah mengenai pahlawan perempuan selain Kartini menjadi sorotan utama. Nala, mahasiswi Hubungan Internasional, mengungkapkan bahwa kurikulum pendidikan dari SD sampai SMA jarang sekali membedah secara rinci kontribusi tokoh perempuan. 

‘’Kalau pahlawan perempuan itu sangat sedikit, bahkan kalau disebutkan pun hanya nama tanpa dijelaskan secara rinci kontribusi mereka sebagai pahlawan itu apa,” ungkap Nala, (17/04).

Selain itu, Nala juga menambahkan bahwa meski teknologi memudahkan kita untuk menjangkau informasi sejarah, tantangannya tak jarang masih beredar berita simpang siur di dunia digital. 

Alin, mahasiswi Ilmu Komunikasi 2025, juga menyebutkan bahwa sistem pendidikan membuat pelajar hanya memahami pahlawan sebagai ikon tanpa benar-benar mengetahui bagaimana jejak perjuangan mereka pada masa itu.

“Menurut saya belum sepenuhnya memenuhi itu karena di dalam sistem pendidikan Indonesia juga masih ada kurikulum yang menjelaskan tentang pejuang-pejuang sebelumnya dan hanya mengenalkan sedikit tetapi tidak secara dalam. Jadi kita sebagai pelajar banyak memahami mereka bahwa mereka hanya sebagai ikon tetapi tidak mengetahui bagaimana jejak perjuangan mereka pada masa itu,” tutur Alin, (21/04).

Alin juga menambahkan, “Dengan media sosial tentu mampu untuk memberikan kita wawasan secara luas dan secara cepat tentang tokoh-tokoh feminis di Indonesia, bagaimana jejaknya. Dan di satu sisi media sosial ini juga berpengaruh cukup negatif bagi kita mengenal tokoh-tokoh feminis, kenapa? Karena banyak sekali opini-opini yang tidak disampaikan secara fakta, secara aktualnya dan secara data yang ada di media sosial, biasanya hanya berupa opini saja.” 

Di era sekarang, dimana tidak seperti dahulu yang memiliki keterbatasan akses literasi, media sosial kini muncul sebagai sarana dan jembatan generasi muda untuk mengenal tokoh feminis. Akan tetapi, Alin menjelaskan bahwa media sosial juga bisa menjadi ‘’pisau tajam bermata dua’’ karena banyaknya informasi yang tidak berdasarkan fakta atau data aktual. 

Menurut Alin, melanjutkan semangat Kartini di masa kini bukan lagi sekedar kata-kata, melainkan butuh aksi nyata, keberanian berpikir kritis, dan analisis yang kuat. “berani berpikir kritis, berani mengkritik, berani menganalisis dan tentunya mampu untuk menyampaikan kebenaran dan memperjuangkan keadilan.” 

Alin menekankan bahwa perempuan kini harus bisa berani, sebab ‘’perempuan itu bukan hanya tentang hadir, tetapi mampu memberi arah.” 

Sementara itu, Nala juga mengajak generasi muda untuk melanjutkan semangat juang Kartini dengan cara yang lebih mudah, yaitu saling menghargai tanpa perlu memberikan batasan atau label gender tertentu.

 


(dv, may, nj, nas)

You Might Also Like

Mahasiswa FISIP UNMUL : Tolak Dinasti Politik dan KKN di Kalimantan Timur

Ribuan Massa Gelar Aksi di DPRD Kaltim, Soroti Dugaan Praktik KKN di Lingkungan Pemprov

“Kaltim Darurat”: Massa Desak Audit Total Pemprov dan Hak Angket, DPRD Teken Tuntutan di Tengah Tekanan Aksi

BEM KM UNMUL Memberikan Kartu Merah Kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Pada Kegiatan BEM FISIP UNMUL.

Diskusi Publik “Kaltim Strategic Issue Monitoring Jilid 2 (K-SIM)” : Menakar Satu Tahun Kepemimpinan Rudy-Seno.”

FISIPERS UNMUL April 22, 2026
Share this Article
Facebook TwitterEmail Print
Previous Article BEM KM UNMUL Memberikan Kartu Merah Kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Pada Kegiatan BEM FISIP UNMUL.
Next Article “Kaltim Darurat”: Massa Desak Audit Total Pemprov dan Hak Angket, DPRD Teken Tuntutan di Tengah Tekanan Aksi

Stay Connected

Instagram Follow
Youtube Subscribe

Latest News

Mahasiswa FISIP UNMUL : Tolak Dinasti Politik dan KKN di Kalimantan Timur
Berita
Ribuan Massa Gelar Aksi di DPRD Kaltim, Soroti Dugaan Praktik KKN di Lingkungan Pemprov
Berita
“Kaltim Darurat”: Massa Desak Audit Total Pemprov dan Hak Angket, DPRD Teken Tuntutan di Tengah Tekanan Aksi
Berita
Lebih Dari Sekedar Kebaya: Menggali Ulang Jejak Kartini di Era Digital
Berita Hiburan dan Gaya Hidup
//

Resmi didirikan pada tahun 2022, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS merupakan unit kegiatan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman yang berfokus pada bidang jurnalistik dan multimedia.

Menu Lainya

  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • GALERI

Kategori

  • BERITA
  • SEPUTAR FISIP
  • EDUKASI
  • EVENT
  • HIBURAN DAN GAYA HIDUP
  • OPINI
April 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    

© 2026 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS - Fakulltas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman

Selamat Datang Di FISIPERS

Good News, Good Ideas!

https://fisipers.fisip.unmul.ac.id

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?