
Samarinda, 25 April 2026 – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan generasi mudah terhadap ancaman manipulasi psikologis, Program Studi Psikologi bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Psikologi (HIMAPSI) Universitas Mulawarman dengan bangga menyelenggarakan acara PsychoYouth 2026 dengan tema “Mengenali Grooming pada Remaja: Ketika Perhatian Berubah menjadi Manipulasi”.
Acara ini ditujukan khusus bagi siswa-siswi SMP dan SMA/Sederajat di Kota Samarinda dengan tujuan memberikan edukasi mengenai fenomena child grooming yang kini kian marak terjadi, baik di dunia nyata maupun digital. Melalui kegiatan interaktif ini, para peserta dibekali pengetahuan untuk mengenali pola pendekatan pelaku, tanda-tanda manipulasi, hingga langkah-langkah penanganan dan pencegahan yang tepat untuk melindungi diri dan lingkungan sekitar.
PsychoYouth 2026 dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 April 2026 di Ruang Serbaguna D12, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman. Rangkaian acara ini menghadirkan Ibu Ayunda Ramadhani, M.Psi., Psikolog sebagai pemateri utama yang membahas secara mendalam mengenai pentingnya mengenali perilaku grooming demi menjaga kesehatan mental dan keamanan remaja.
Salah satu agenda istimewa dalam kegiatan tahun ini adalah sesi Penandatanganan Kerja Sama (PKS) serta Implementasi Kerja Sama antara Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman dengan sembilan sekolah mitra di Samarinda. Sekolah-sekolah tersebut meliputi MAN 1 Samarinda, MAN 2 Samarinda, SMAN 9 Samarinda, MA Darul Ihsan, SMA Fastabiqul Khairot, SMAN 2 Samarinda, SMKN 17 Samarinda, SMAN 10 Samarinda, dan SMAN 1 Samarinda. Kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam membangun sinergi pendidikan dan layanan psikologis bagi instansi pendidikan di Kalimantan Timur.
Melalui PsychoYouth 2026, penyelenggara berharap dapat membantu para siswa untuk lebih bijak dalam berinteraksi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk eksploitasi. Dengan adanya acara ini, diharapkan tercipta generasi muda yang lebih sadar, peduli dan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi remaja di masa depan.

