FISIPERS - Good News, Good IdeasFISIPERS - Good News, Good Ideas
  • HOME
  • BERITA
  • OPINI
  • SEPUTAR FISIP
  • KATEGORI LAINNYA
    • SASTRA
    • EDUKASI
    • EVENT
    • HIBURAN DAN GAYA HIDUP
  • PROFIL
    • TENTANG KAMI
    • KONTAK
    • GALERI
    • BOOKLET
    • SEJARAH
Reading: Lebih Dari Sekedar Kebaya: Menggali Ulang Jejak Kartini di Era Digital
Share
Notification Show More
Latest News
“Kaltim Jadi Anak Tiri” : Massa Soroti Lambatnya Respon Pemerintah
September 5, 2026
Mengusung Semangat “See. Think. Tell” LPM Sketsa Unmul Cetak Bibit Jurnalis Muda Lewat PJTD 2026
September 4, 2026
Kebakaran di Lahan Rehabilitasi Hutan, Penyebab Masih Diselidiki
August 27, 2026
Problematika Tak Kunjung Berakhir : Tindakan Diskriminatif pada Komunitas LGBTIQ+ Menjadi Persoalan Serius
August 22, 2026
Tindakan Diskriminatif Berujung Aksi Kekerasan terhadap LGBTIQ+ : Perlunya Kebijakan Perlindungan Kaum Marjinal
August 20, 2026
Aa
Aa
FISIPERS - Good News, Good IdeasFISIPERS - Good News, Good Ideas
  • HOME
  • BERITA
  • OPINI
  • SEPUTAR FISIP
  • KATEGORI LAINNYA
  • PROFIL
  • HOME
  • BERITA
  • OPINI
  • SEPUTAR FISIP
  • KATEGORI LAINNYA
    • SASTRA
    • EDUKASI
    • EVENT
    • HIBURAN DAN GAYA HIDUP
  • PROFIL
    • TENTANG KAMI
    • KONTAK
    • GALERI
    • BOOKLET
    • SEJARAH
Have an existing account? Sign In
© 2026 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS - Fakulltas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman
FISIPERS - Good News, Good Ideas > Blog > Berita > Lebih Dari Sekedar Kebaya: Menggali Ulang Jejak Kartini di Era Digital
BeritaHiburan dan Gaya Hidup

Lebih Dari Sekedar Kebaya: Menggali Ulang Jejak Kartini di Era Digital

FISIPERS UNMUL
By FISIPERS UNMUL Published April 22, 2026
Last updated: 2026/04/24 at 10:20 PM
Share
SHARE

FISIPERS – Selasa, 21 April 2026 yang bertepatan dengan Hari Kartini Menjadi momentum bagi mahasiswa Universitas Mulawarman untuk merefleksikan kembali sejauh mana sosok pahlawan perempuan dikenal. Meski setiap tanggal 21 april diperingati sebagai Hari kartini, muncul pertanyaan, apakah pengenalan terhadap tokoh-tokoh feminis Indonesia itu masih terjebak pada simbolis tanpa benar-benar memahami esensi perjuangan mereka? 

Minimnya literasi sejarah mengenai pahlawan perempuan selain Kartini menjadi sorotan utama. Nala, mahasiswi Hubungan Internasional, mengungkapkan bahwa kurikulum pendidikan dari SD sampai SMA jarang sekali membedah secara rinci kontribusi tokoh perempuan. 

‘’Kalau pahlawan perempuan itu sangat sedikit, bahkan kalau disebutkan pun hanya nama tanpa dijelaskan secara rinci kontribusi mereka sebagai pahlawan itu apa,” ungkap Nala, (17/04).

Selain itu, Nala juga menambahkan bahwa meski teknologi memudahkan kita untuk menjangkau informasi sejarah, tantangannya tak jarang masih beredar berita simpang siur di dunia digital. 

Alin, mahasiswi Ilmu Komunikasi 2025, juga menyebutkan bahwa sistem pendidikan membuat pelajar hanya memahami pahlawan sebagai ikon tanpa benar-benar mengetahui bagaimana jejak perjuangan mereka pada masa itu.

“Menurut saya belum sepenuhnya memenuhi itu karena di dalam sistem pendidikan Indonesia juga masih ada kurikulum yang menjelaskan tentang pejuang-pejuang sebelumnya dan hanya mengenalkan sedikit tetapi tidak secara dalam. Jadi kita sebagai pelajar banyak memahami mereka bahwa mereka hanya sebagai ikon tetapi tidak mengetahui bagaimana jejak perjuangan mereka pada masa itu,” tutur Alin, (21/04).

Alin juga menambahkan, “Dengan media sosial tentu mampu untuk memberikan kita wawasan secara luas dan secara cepat tentang tokoh-tokoh feminis di Indonesia, bagaimana jejaknya. Dan di satu sisi media sosial ini juga berpengaruh cukup negatif bagi kita mengenal tokoh-tokoh feminis, kenapa? Karena banyak sekali opini-opini yang tidak disampaikan secara fakta, secara aktualnya dan secara data yang ada di media sosial, biasanya hanya berupa opini saja.” 

Di era sekarang, dimana tidak seperti dahulu yang memiliki keterbatasan akses literasi, media sosial kini muncul sebagai sarana dan jembatan generasi muda untuk mengenal tokoh feminis. Akan tetapi, Alin menjelaskan bahwa media sosial juga bisa menjadi ‘’pisau tajam bermata dua’’ karena banyaknya informasi yang tidak berdasarkan fakta atau data aktual. 

Menurut Alin, melanjutkan semangat Kartini di masa kini bukan lagi sekedar kata-kata, melainkan butuh aksi nyata, keberanian berpikir kritis, dan analisis yang kuat. “berani berpikir kritis, berani mengkritik, berani menganalisis dan tentunya mampu untuk menyampaikan kebenaran dan memperjuangkan keadilan.” 

Alin menekankan bahwa perempuan kini harus bisa berani, sebab ‘’perempuan itu bukan hanya tentang hadir, tetapi mampu memberi arah.” 

Sementara itu, Nala juga mengajak generasi muda untuk melanjutkan semangat juang Kartini dengan cara yang lebih mudah, yaitu saling menghargai tanpa perlu memberikan batasan atau label gender tertentu.

 


(dv/may/nj/nas)

You Might Also Like

“Kaltim Jadi Anak Tiri” : Massa Soroti Lambatnya Respon Pemerintah

Mengusung Semangat “See. Think. Tell” LPM Sketsa Unmul Cetak Bibit Jurnalis Muda Lewat PJTD 2026

Kebakaran di Lahan Rehabilitasi Hutan, Penyebab Masih Diselidiki

Problematika Tak Kunjung Berakhir : Tindakan Diskriminatif pada Komunitas LGBTIQ+ Menjadi Persoalan Serius

Tindakan Diskriminatif Berujung Aksi Kekerasan terhadap LGBTIQ+ : Perlunya Kebijakan Perlindungan Kaum Marjinal

FISIPERS UNMUL April 22, 2026
Share this Article
Facebook TwitterEmail Print
Previous Article BEM KM UNMUL Memberikan Kartu Merah Kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Pada Kegiatan BEM FISIP UNMUL.
Next Article “Kaltim Darurat”: Massa Desak Audit Total Pemprov dan Hak Angket, DPRD Teken Tuntutan di Tengah Tekanan Aksi

Stay Connected

Instagram Follow
Youtube Subscribe

Latest News

“Kaltim Jadi Anak Tiri” : Massa Soroti Lambatnya Respon Pemerintah
Berita
Mengusung Semangat “See. Think. Tell” LPM Sketsa Unmul Cetak Bibit Jurnalis Muda Lewat PJTD 2026
Berita Event
Kebakaran di Lahan Rehabilitasi Hutan, Penyebab Masih Diselidiki
Berita
Problematika Tak Kunjung Berakhir : Tindakan Diskriminatif pada Komunitas LGBTIQ+ Menjadi Persoalan Serius
Berita
//

Resmi didirikan pada tahun 2022, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS merupakan unit kegiatan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman yang berfokus pada bidang jurnalistik dan multimedia.

Menu Lainya

  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • GALERI
  • BOOKLET

Kategori

  • BERITA
  • SEPUTAR FISIP
  • EDUKASI
  • EVENT
  • HIBURAN DAN GAYA HIDUP
  • OPINI
September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Aug    

© 2026 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS - Fakulltas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman

Selamat Datang Di FISIPERS

Good News, Good Ideas!

https://fisipers.fisip.unmul.ac.id

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?