FISIPERS – Seminar hasil, sidang, hingga wisuda menjadi momen berharga bagi para mahasiswa. Untuk membantu mengabadikan kenangan tersebut, pada 19 Mei 2026 photobooth berkonsep receipt photo hadir di depan SEC Mart FISIP UNMUL dengan harga yang terjangkau.

Mengabadikan momen yang penuh arti menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa, terutama saat merayakan pencapaian seperti seminar hasil, sidang, maupun wisuda. Melihat kebutuhan tersebut, seorang mahasiswa menghadirkan sebuah photobooth berkonsep receipt photo di lingkungan kampus yang menawarkan pengalaman berfoto dengan harga terjangkau. Berawal dari ide sederhana dan dukungan lokasi strategis di depan SEC Mart, usaha ini kini menjadi pilihan mahasiswa untuk menyimpan kenangan bersama teman dan orang terdekat.
Mahasiswa tersebut adalah Azhizah Miftahul Jannah. Ia mengungkapkan ide ini muncul pertama kali ketika ia melihat banyak mahasiswa FISIP UNMUL yang baru saja menyelesaikan semhas atau kegiatan tertentu dan ingin mengabadikan momen bersama teman maupun keluarga. Jannah pun juga mengungkapkan bahwa photobooth ini bisa dibuka di depan SEC Mart karena ia memiliki previlege dari pihak SEC sendiri tanpa fee apapun.
“Sebenarnya idenya muncul karena saya sering lihat kakak tingkat habis semhas atau wisuda pasti cari tempat buat foto. Jadi saya kepikiran bikin photobooth yang gampang diakses di kampus,” ungkap Jannah yang diwawancarai pada (4/7).
Ia juga mengungkapkan bahwa usaha miliknya yang baru diresmikan pada 19 Mei 2026 ini mendapatkan respon yang cukup baik dikalangan para mahasiswa, bahkan para mahasiswa yang sudah menggunakan photobooth ini merekomendasikan agar frame yang tersedia lebih beragam dan hasil cetak foto yang berwarna. Jannah juga menyampaikan harapannya terhadap photobooth ini ketika modalnya untuk usaha ini kembali terkumpul agar bisa menyediakan hasil cetak foto yang berwarna. Bukan sekadar hitam putih lagi.
Selain dari pemilik Photobooth, adapun Jasmine, salah satu mahasiswa dari prodi Ilmu Komunikasi yang bersedia untuk diwawancarai pada (1/7) mengungkapkan kesan pertamanya saat mengetahui photobooth ini telah hadir di FISIP UNMUL. “Saya merasa sangat excited saat mengetahui ada photobooth di FISIP, apalagi temanya receipt dan outdoor yang membuat saya semakin excited, karena tema seperti ini belum banyak di Samarinda apalagi ini di lingkungan kampus.”

Menurut Jasmine, ketertarikannya juga dipengaruhi karena dirinya memang gemar mencoba photobooth. Hal tersebut membuatnya semakin antusias dan ingin langsung mencoba berfoto di lokasi tersebut.
Ia juga menilai kualitas hasil foto yang diberikan sudah cukup baik dengan harga yang terjangkau. Selain itu, proses penggunaannya pun mudah dan tidak berbeda dengan photobooth pada umumnya. “Menurut saya kualitasnya bagus banget untuk harga segitu. Penggunaannya juga gampang, sama saja seperti photobooth pada umumnya,” katanya.
Lebih lanjut, Jasmine mengungkapkan photobooth tersebut berhasil memenuhi ekspektasinya. Ia merasa puas karena tersedia banyak pilihan frame yang bisa dipilih sesuai keinginan. Tidak hanya itu, pengunjung juga mendapatkan soft copy hasil foto setelah sesi pemotretan selesai.
Meski demikian, Jasmine berharap kedepannya photobooth tersebut dapat lebih banyak dipromosikan agar semakin dikenal oleh mahasiswa. Ia juga menyarankan agar pilihan frame terus ditambah sehingga pengguna memiliki lebih banyak variasi saat berfoto.
“Kalau saran dari saya mungkin lebih banyak promosi dan penambahan frame saja. Tapi selebihnya sudah oke banget,” tutupnya.
Selain Jasmine, pengalaman menggunakan photobooth receipt photo juga dibagikan oleh Wildia, salah satu mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi yang diwawancarai pada (1/7). Ia mengungkapkan kesan pertamanya ketika mengetahui sekaligus mencoba photobooth tersebut. Menurutnya, kehadiran receipt photo di lingkungan kampus menjadi sesuatu yang baru dan menarik bagi mahasiswa.
“First impression saya untuk photobooth ini positif. Apalagi ini baru pertama kalinya ada di FISIP, harganya juga murah, kualitasnya pun sudah oke banget untuk harga segitu. Bisa dipakai untuk mengabadikan momen sama teman-teman juga. Jadi menurut saya ini ide yang cemerlang dan sangat berguna untuk having fun sekaligus mengisi waktu luang bersama teman,” ungkapnya.
Wildia mengaku ketertarikannya mencoba photobooth tersebut berawal setelah melihatnya di media sosial. Selain itu, ajakan dari teman-temannya juga membuat ia semakin ingin merasakan pengalaman berfoto menggunakan receipt photo.
Ia juga menilai kualitas hasil foto yang diberikan sudah sebanding dengan harga yang ditawarkan. Menurutnya, tambahan soft copy yang dapat diakses melalui QR code menjadi nilai lebih bagi pengguna. Selama menggunakan photobooth, ia juga merasa prosesnya berjalan dengan nyaman.

“Kualitasnya oke, apalagi dengan harga Rp8.000 sudah termasuk bagus. Bahkan kita juga mendapatkan QR code untuk soft file-nya, jadi semakin bagus,” katanya. Lebih lanjut, Wildia mengungkapkan bahwa photobooth tersebut telah memenuhi ekspektasinya. Ia menilai proses pengambilan foto berlangsung cepat, hasil cetaknya memuaskan, dan sistem pelayanan yang serba digital membuat penggunaan photobooth menjadi lebih praktis.
Kemudian, Wildia juga berharap ke depannya pilihan frame yang tersedia dapat semakin beragam. Ia juga menyarankan agar ditambahkan pelindung berupa tirai sehingga pengguna dapat merasa lebih nyaman saat berfoto. “Harapannya semoga nanti frame fotonya semakin banyak, dan ditambahkan pelindung semacam tirai supaya tidak terlalu terbuka,” tutupnya.
Hadirnya receipt photo pertama di lingkungan FISIP UNMUL menjadi alternatif bagi mahasiswa untuk mengabadikan momen-momen penting selama menjalani perkuliahan. Dengan konsep yang unik, harga yang terjangkau, serta lokasi yang mudah ditemukan, photobooth ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari berbagai cerita serta kenangan mahasiswa di setiap pencapaian mereka.
(sya/nj/wfa)

