FISIPERS - Good News, Good IdeasFISIPERS - Good News, Good Ideas
  • HOME
  • BERITA
  • OPINI
  • SEPUTAR FISIP
  • KATEGORI LAINNYA
    • SASTRA
    • EDUKASI
    • EVENT
    • HIBURAN DAN GAYA HIDUP
  • PROFIL
    • TENTANG KAMI
    • KONTAK
    • GALERI
    • BOOKLET
    • SEJARAH
Reading: Kaltim Darurat Kabut Asap : Dugaan Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan
Share
Notification Show More
Latest News
Gelar Aksi di Kantor Gubenur : Tuntut Transparansi dan Evaluasi Gratispol
October 24, 2026
Mahasiswa Soroti Kelangkaan BBM dan Pemadaman Listrik Bergilir di Kaltim
October 24, 2026
Kaltim Darurat Kabut Asap : Dugaan Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan
October 24, 2026
Malam Puncak Psychocare 2026 Sukses Digelar : Ajak Masyarakat Peduli Terhadap Kesehatan Mental
October 22, 2026
Pemerintah Pusat dan Daerah Saling Lempar Tanggung Jawab, Bagaimana Penanganan Karhutla?
October 22, 2026
Aa
Aa
FISIPERS - Good News, Good IdeasFISIPERS - Good News, Good Ideas
  • HOME
  • BERITA
  • OPINI
  • SEPUTAR FISIP
  • KATEGORI LAINNYA
  • PROFIL
  • HOME
  • BERITA
  • OPINI
  • SEPUTAR FISIP
  • KATEGORI LAINNYA
    • SASTRA
    • EDUKASI
    • EVENT
    • HIBURAN DAN GAYA HIDUP
  • PROFIL
    • TENTANG KAMI
    • KONTAK
    • GALERI
    • BOOKLET
    • SEJARAH
Have an existing account? Sign In
© 2026 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS - Fakulltas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman
FISIPERS - Good News, Good Ideas > Blog > Berita > Kaltim Darurat Kabut Asap : Dugaan Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan
Berita

Kaltim Darurat Kabut Asap : Dugaan Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

FISIPERS UNMUL
By FISIPERS UNMUL Published October 24, 2026
Last updated: 2026/10/24 at 11:06 PM
Share
SHARE

Baca juga : Pemerintah Pusat dan Daerah…

FISIPERS – Tuntut penindakan hukum atas dugaan pembakaran lahan oleh perusahaan serta penetapan status bencana nasional atas krisis Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla), aliansi mahasiswa dan masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar aksi demonstrasi di Samarinda, Kalimantan Timur pada 21 Oktober 2026. 

Salah satu yang melatarbelakangi aksi ini adlah kondisi karhutla dan kabut asap yang dinilai semakin parah seiring berjalannya waktu. Berdasarkan data dari gerakan rakyat menggugat, ditemukan beberapa perusahaan yang diduga menjadi dalang pembakaran lahan. Namun, pemerintah dinilai lambat dan bersikap pasif dalam menangani dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat. 

Koordinator Pusat BEM Se-Kalimantan, Andi Muhammad Akmal menyebutkan bahwa berdasarkan data lapangan dari Gerakan Rakyat Menggugat, ditemukan beberapa perusahaan yang diduga kuat menjadi dalang pembakaran hutan dan lahan.

“Kalau kita bicara pelaku, tak mudah menetapkan pelaku secara individu. Tapi berdasarkan data yang kita dapat bahwa ternyata ada pihak korporasi yang seharusnya bertanggung jawab atas krisis pembakaran hutan dan lahan tersebut,” ungkapnya.

Selain menyoroti keterlibatan perusahaan, Andi juga mengecam keras penanganan pemerintah yang dinilai hanya fokus pada pemadaman api tanpa membenahi sistem dan mitigasi pencegahan. Padahal, data BMKG Balikpapan pada Agustus lalu mencatat adanya 15.000 hingga 18.000 titik panas (hotspot). Angka ini melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan krisis Karhutla tahun 2015 yang mencatat sekitar 9.000 titik api.

“Harusnya mereka mempertegas persoalan bagaimana mereka memitigasi adanya titik-titik api tersebut, jangan pas ada api baru bertindak,itu yang tidak ada pembahasan dari pemerintah. Pemerintah ini bicara soal pemadaman api saja. kita punya anggaran, kita punya BMKG, kita punya satelit, bahkan kita punya pengalaman berkali-kali kan, dalam menghadapi karhutla ini. Kenapa kejadian ini justru kembali terjadi? Kalau kejadiannya sekali, mungkin kita bisa bilang itu masalah. Kalau kejadiannya berkali-kali, kita sudah harus boleh mempertanyakan sistem yang membuat api ini selalu punya alasan untuk muncul,” kritiknya

Irfan dan Adi selaku demonstran dari mahasiswa FISIP juga menyoroti, “Alasan kami mendesak karhutla menjadi bencana nasional karena seiring berjalannya waktu makin parah, makin bertambah, ada dimana-mana kebakarannya. Dari pemerintah sendiri responnya selalu aman aman saja.” 

Ia juga menyayangkan klaim pemerintah daerah yang menyatakan bahwa udara di Kalimantan Timur masih berada dalam kategori aman. Padahal fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang sebaliknya. Kabut asap telah menutupi hampir seluruh area dan mengganggu jarak pandang.

“Bapak gubernur kita berstatement bahwa hari ini udara di Kaltim masih aman-aman saja. padahal bisa kita lihat sendiri kabut asap sudah menutupi seluruh area. kita susah melihat ke tempat yang jauh,” tegas Jojo selaku Humas Aksi.

Selain menyoroti pemerintah daerah, massa aksi juga mengecam respon pemerintah pusat yang dinilai hanya memberikan janji manis tanpa langkah nyata di lapangan. Selain itu, dampak kabut asap ini juga membawa krisis kesehatan yang serius, seperti kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang menelan korban jiwa dari kalangan balita.

“Tiga bulan kita merasakan asap yang tidak kunjung mereda. anak anak kecil dan orang tua lanjut usia menjadi sasaran. Bahkan ada balita yang meninggal akibat asap karhutla,” tambah Irfan dan Adi.

Massa aksi juga menegaskan bahwa prioritas utama yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah udara bersih bebas dari kabut asap serta langkah nyata pemerintah dalam menindak tegas perusahaan yang terbukti membakar hutan.

 

(dv) 

You Might Also Like

Gelar Aksi di Kantor Gubenur : Tuntut Transparansi dan Evaluasi Gratispol

Mahasiswa Soroti Kelangkaan BBM dan Pemadaman Listrik Bergilir di Kaltim

Malam Puncak Psychocare 2026 Sukses Digelar : Ajak Masyarakat Peduli Terhadap Kesehatan Mental

Pemerintah Pusat dan Daerah Saling Lempar Tanggung Jawab, Bagaimana Penanganan Karhutla?

Di Balik Pentol FISIP, Ada Cerita yang Tak Pernah Habis

FISIPERS UNMUL October 24, 2026
Share this Article
Facebook TwitterEmail Print
Previous Article Malam Puncak Psychocare 2026 Sukses Digelar : Ajak Masyarakat Peduli Terhadap Kesehatan Mental
Next Article Mahasiswa Soroti Kelangkaan BBM dan Pemadaman Listrik Bergilir di Kaltim

Stay Connected

Instagram Follow
Youtube Subscribe

Latest News

Gelar Aksi di Kantor Gubenur : Tuntut Transparansi dan Evaluasi Gratispol
Berita
Mahasiswa Soroti Kelangkaan BBM dan Pemadaman Listrik Bergilir di Kaltim
Berita
Kaltim Darurat Kabut Asap : Dugaan Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan
Berita
Malam Puncak Psychocare 2026 Sukses Digelar : Ajak Masyarakat Peduli Terhadap Kesehatan Mental
Berita Event Hiburan dan Gaya Hidup
//

Resmi didirikan pada tahun 2022, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS merupakan unit kegiatan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman yang berfokus pada bidang jurnalistik dan multimedia.

Menu Lainya

  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • GALERI
  • BOOKLET

Kategori

  • BERITA
  • SEPUTAR FISIP
  • EDUKASI
  • EVENT
  • HIBURAN DAN GAYA HIDUP
  • OPINI
October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

© 2026 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS - Fakulltas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman

Selamat Datang Di FISIPERS

Good News, Good Ideas!

https://fisipers.fisip.unmul.ac.id

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?