FISIPERS – Pada Selasa, 13 Oktober 2026, BEM FISIP UNMUL menggelar aksi penggalangan dana untuk korban kebakaran di Tenggarong, Aksi ini melibatkan sekitar 50 mahasiswa dari 16 lembaga kemahasiswaan dan dilaksanakan di tiga titik, yakni Simpang Merak, Simpang Lembuswana, dan Fly Over Juanda.
Melalui program kerja Sosial Masyarakat dan Lingkungan (Sosmasling) Menteri Sosial Masyarakat dan Lingkungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UNMUL, Muhammad Ilyas Alfaris, menjelaskan bahwa aksi penggalangan dana tersebut merupakan respons mahasiswa terhadap kebakaran yang terjadi di Tenggarong.
“Ya, sejauh ini kalau untuk isu yang terjadi soal kebakaran ini, banyak teman-teman yang menjadi korban itu mengungsi, karena memang data yang didapat ada 75 rumah yang terbakar,” ujar Ilyas. (13/10/2026)

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengumpulkan donasi berupa uang untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran. Terkait penyaluran bantuan, Ilyas menyampaikan bahwa pihaknya masih akan berkoordinasi dengan mitra penyaluran yang selama ini telah bekerja sama dengan mereka. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana, terutama di tengah upaya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kemahasiswaan.
“Untuk penyalurannya nanti karena memang pengumpulan dananya itu berbasis uang kami tetap akan menyalurkan lewat uang juga. Nanti juga ada momentum untuk kerjasama kepada SEI yang memang sudah kami sering menyalurkan kepada mereka. Nanti untuk koordinasinya apakah nanti BEM FISIP bakal langsung menyalurkan ke sana atau memang dari komunitas yang kami punya. Nanti posisinya untuk transparansi bagaimana penyalurannya itu nanti akan lebih bisa dibuktikan lah. Karena posisinya kita juga menjamin bahwa tidak ada penggelapan dana dan segala macamnya,” jelas Ilyas.
Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam aksi, Handis Hanum dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMIP), mengatakan bahwa partisipasinya didasari kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami musibah.

“Ya, menurut saya atas dasar kemanusiaan aja ya, karena kan ini suatu bencana, yang mana bencana itu siapa sih yang mau dapat bencana,” ungkap Handis. (13/10/2026)
Sementara itu, Andini Sanjaya, Staff Kementrian Sosmasling BEM FISIP Unmul, menilai bahwa aksi sosial mahasiswa juga berperan dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui kepedulian dan bantuan nyata.
Selain itu ia juga menyampaikan bahwa total dana yang berhasil dikumpulkan dalam aksi penggalangan dana tersebut mencapai Rp4.123.900. Ia berharap bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak kebakaran sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap mahasiswa.

“Jadi ya harapannya bisa membantu masyarakat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat juga,” ujar Andini. (13/10/2026)
Melalui aksi ini, mahasiswa berharap donasi yang terkumpul dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak kebakaran di Tenggarong. Transparansi dalam penyaluran bantuan juga menjadi perhatian agar proses pertanggungjawaban kepada masyarakat dapat dilakukan dengan jelas.
(wfa/ha)

