FISIPERS – Menimbulkan pertanyaan, Kawat berduri terpasang di sepanjang pagar Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada aksi lanjutan Gerakan Rakyat Menggugat pada (4/10). Massa aksi pertanyakan fungsi kawat berduri tersebut.
Pada aksi “Gerakan Rakyat Menggugat” yang dilaksanakan di Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada (21/10) yang menuntut sejumlah isu mulai dari Kenaikan Bahan Bakar (BBM) hingga mendesak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Kalimantan Timur sebagai bencana nasional, ada sebuah tindakan yang cukup menarik perhatian para masa aksi yaitu kawat berbahan besi yang memiliki duri dan terpasang di sepanjang pagar Kantor Gubernur Kaltim.
Hal ini diungkapkan oleh Riyadh Pasha Nabil Nur, yaitu salah satu massa aksi yang hadir dan turut menyampaikan aspirasi serta protesnya untuk segala macam bentuk kebijakan dari pemerintah. Menurutnya, hal tersebut cukup terasa aneh. Ia merasa, pada aksi sebelumnya yaitu “Gerakan Rakyat Menggugat,” para massa aksi tidak melakukan kericuhan ataupun tindakan yang berdampak pada kerusakan bangunan. Menurut Riyadh sendiri, para massa aksi yang turun hanya ingin menyampaikan aspirasi, tetapi justru mendapat pembatasan dari pihak pemerintah.
Ia pun menambahkan bahwa pagar kawat besi berduri ini ia ketahui baru terpasang di siang pada hari yang sama sebelum masa aksi tiba dilokasi karena ia sempat melihat informasi tersebut.
Adapun menurut Riyadh, tujuan atau alasan utama dibalik pemasangan pagar kawat besi berduri karena para pemerintah merasa takut. Ia merasa bahwa pemerintah Kaltim sejak dulu terkesan tidak berani menemui massa aksi secara langsung untuk berdialog atau menunjukkan diri.
“Mungkin mereka takut ya. Sebenarnya dari dulu mereka tuh nggak berani ketemu langsung atau bagaimana ketemuannya sebagai menunjukkan diri. Jadi, mereka tuh takutlah sampai saat ini,” tutur Riyadh.
Riyadh juga mengungkapkan bahwa pihak yang mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas pemasangan pagar kawat berduri pasti pihak Gubernur. Ia pun memberikan beberapa kemungkinan yang menjadi keputusan dari pihak pemerintah hingga mereka memutuskan untuk memasang pagar kawat besi berduri tersebut.
Lebih lanjut, menurutnya pemasangan pagar kawat berduri tersebut kemungkinan sudah direncanakan oleh pemerintah sejak awal, mengingat massa aksi juga telah mempersiapkan demonstrasi ini jauh-jauh hari.
Menurutnya, pihak pemerintah khawatir kantor tersebut akan dikuasai oleh massa aksi ketika demonstrasi terjadi, padahal masa aksi sama sekali tidak memiliki niat seperti itu.
Sebagai penutup, di akhir wawancara Riyadh berharap tuntutan serta desakan yang telah massa aksi sampaikan dapat segera ditindaklanjuti. Massa aksi ingin Gubernur Kaltim untuk segera meneruskan tuntutan tersebut kepada pemerintah pusat agar permasalahan yang sudah disampaikan dapat segera mendapat tindak lanjut.
“Yang ingin saya sampaikan secepatnya di tindak lanjuti. Dengan tuntutan-tuntutan yang sudah kami berikan. Kami ingin kepada Bapak Gubernur untuk menidaklanjuti kepada langsung pemerintah pusat,” tutup Riyadh.
(sya)

