FISIPERS – Telah terjadi kebakaran lahan di Pusat Rehabilitasi Hutan (PUSREHUT) Universitas Mulawarman (UNMUL) pada 27 Agustus 2026, penyebab kebakaran tidak diketahui.
Berdasarkan dengan keterangan seorang saksi yaitu Lukman, api diketahui mulai pukul sekitar 14.00 WITA. Pada saat itu, saksi melihat asap yang kemudian disusul dengan munculnya api yang mulai menyebar ke area sekitar lahan.
“Sekitar jam 14.00 WITA, api itu sudah ada dan kita melihat asap, setelah saya ke sini ternyata api sudah menyebar ke sebelah,” ujar Lukman.
Menurut keterangan saksi lainnya yaitu Rudi, mengetahui adanya kebakaran setelah diberitahu oleh Lukman yang terlebih dahulu melihat kebakaran api. Pada saat itu, Rudi sedang duduk disekitar lokasi kemudian lukman memberitahunya bahwasanya terdapat api.
“Biasanya kami duduk duduk di sana. Untungnya teman saya Lukman lebih dahulu melihat api, kalau tidak terlihat kami juga tidak tahu dan pada saat itu saya melihat posisi api sudah cukup besar,” jelas Rudi.
Namun, Menurut Rudi kebakaran diduga cepat menyebar karena melihat kondisi lahan yang berada di sekitar lokasi kebakaran cukup kering dan disertai angin yang cukup kencang diduga mempercepat penyebaran api di area sekitarnya.
Di sekitar lokasi juga terdapat material bekas dari pembakaran. Akan tetapi, Rudi menjelaskan bahwa material tersebut bukan penyebab yang dapat dipastikan sebagai sumber awal dari kebakaran.

“Di sini lahannya kering semua, karena kena api sedikit aja langsung menyebar. Kita juga tidak tahu dari mana apinya”, Ujar Rudi.
Pada saat terjadi kebakaran, warga sekitar lokasi berupaya memadamkan api dengan menggunakan selang air, hal tersebut dilakukan agar api tidak semakin meluas ke area lainnya. Sekitar pukul 15.00 WITA pemadam kebakaran tiba di lokasi tersebut dan langsung melakukan pemadaman.
Api kemudian berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.40 WITA, dan setelah itu di sekitar lokasi kembali diperiksa dan dipastikan tidak terdapat api yang kembali muncul.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran terjadi di sekitar PUSREHUT serta kemunculan api masih belum diketahui.
(eny/asa)

