FISIPERS - Good News, Good IdeasFISIPERS - Good News, Good Ideas
  • HOME
  • BERITA
  • OPINI
  • SEPUTAR FISIP
  • KATEGORI LAINNYA
    • EDUKASI
    • EVENT
    • HIBURAN DAN GAYA HIDUP
  • PROFIL
    • TENTANG KAMI
    • KONTAK
    • GALERI
    • BOOKLET
    • SEJARAH
Reading: Tindakan Diskriminatif Berujung Aksi Kekerasan terhadap LGBTIQ+ : Perlunya Kebijakan Perlindungan Kaum Marjinal
Share
Notification Show More
Latest News
Problematika Tak Kunjung Berakhir : Tindakan Diskriminatif pada Komunitas LGBTIQ+ Menjadi Persoalan Serius
August 22, 2026
Tindakan Diskriminatif Berujung Aksi Kekerasan terhadap LGBTIQ+ : Perlunya Kebijakan Perlindungan Kaum Marjinal
August 20, 2026
MPM FISIP UNMUL Gelar Mimbar Bebas di Teras Samarinda, Serukan Penolakan terhadap Kekerasan dan Diskriminasi
August 16, 2026
PKKMB UNMUL 2026 Diselenggarakan di Luar Ruangan, FISIP Fasilitasi Kebutuhan Mahasiswa
August 7, 2026
Ayam Jantan Tanpa Jengger
August 7, 2026
Aa
Aa
FISIPERS - Good News, Good IdeasFISIPERS - Good News, Good Ideas
  • HOME
  • BERITA
  • OPINI
  • SEPUTAR FISIP
  • KATEGORI LAINNYA
  • PROFIL
  • HOME
  • BERITA
  • OPINI
  • SEPUTAR FISIP
  • KATEGORI LAINNYA
    • EDUKASI
    • EVENT
    • HIBURAN DAN GAYA HIDUP
  • PROFIL
    • TENTANG KAMI
    • KONTAK
    • GALERI
    • BOOKLET
    • SEJARAH
Have an existing account? Sign In
© 2026 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS - Fakulltas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman
FISIPERS - Good News, Good Ideas > Blog > Berita > Tindakan Diskriminatif Berujung Aksi Kekerasan terhadap LGBTIQ+ : Perlunya Kebijakan Perlindungan Kaum Marjinal
Berita

Tindakan Diskriminatif Berujung Aksi Kekerasan terhadap LGBTIQ+ : Perlunya Kebijakan Perlindungan Kaum Marjinal

FISIPERS UNMUL
By FISIPERS UNMUL Published August 20, 2026
Last updated: 2026/08/20 at 8:38 PM
Share
SHARE

FISIPERS – Seiring dengan maraknya terjadi aksi diskriminatif hingga kekerasan terhadap komunitas LGBTIQ+ yang kerap disebut aksi “Boti Hunter”, Garuda Law Policy Institute mengadakan Dialog Publik dan Diseminasi Policy Brief untuk membahas perlindungan hukum untuk komunitas LGBTIQ+ sebagai kaum marjinal, Selasa (18/8/2026).

Yuga selaku Direktur Eksekutif Garuda Law Policy Institute sebagai inisiator kegiatan tersebut menyatakan keresahannya, “Kami beberapa kali mengeluarkan soal penelitian tentang  LGBTIQ+, yang berangkat dari keresahan kami soal bagaimana sebenarnya orang-orang kayak kita ini menanggap isu  LGBTIQ+.” 

Ia menambahkan bahwa Dialog Publik dan Diseminasi Policy Brief merupakan tindakan lanjutan dari penelitian-penelitian yang telah mereka keluarkan sebelumnya agar komunitas LGBTIQ+ memiliki perlindungan hukum yang pasti. 

Agenda tersebut juga menjadi wadah bagi segelintir orang yang menyuarakan isu LGBTIQ+ untuk lebih bertanggungjawab terhadap setiap statement yang mereka keluarkan. “Makanya kami coba bikin agenda ini supaya ada pertanggung jawaban secara intelektual gimana caranya menyikapi setiap-setiap isu isu sensitif yang ada di Indonesia ini.”

Dalam wawancaranya, Yuga juga menyatakan bahwa lembaga mereka telah mengirimkan undangan secara resmi maupun kelembagaan untuk mereka menghadiri kegiatan diskusi publik tersebut. 

“Dan mereka tidak berkenaan hadir, terlepas dari apapun segala masalahnya ya. Saya rasa sebagai orang yang mengkampanyekan dan punya influence besar terhadap gerakan boti hunter, mereka harusnya bisa mempertanggung jawabkan itu,” tuturnya menambahkan. 

Isu tersebut juga menarik perhatian Hope Circle sebagai komunitas yang mengadvokasi, mengedukasi hingga memberikan ruang aman untuk korban kekerasan baik laki-laki maupun perempuan. 

Sam selaku perwakilan dari Hope Circle menyatakan bahwa diskriminasi merupakan isu yang ada di segala bidang dan lini. “Maka penting kita menyikapi isu ini, bukan melihat identitasnya lagi, tapi kriminalitas ataupun hal-hal yang memang harus kita jadi concern bersama. Bukan concern satu kelompok. Harus saling merangkul.”

Ia juga menyoroti bagaimana kegiatan tersebut membahas terkait komunitas LGBTIQ+ namun tidak menghadirkan komunitas yang terlibat dan terdampak dari isu tersebut.

“Ketika kita mau bicara inklusifitas, tolong dihighlight ada prinsip HAM yang namanya nothing about us, without us jangan berbicara menerjemahkan tapi tidak pernah ada kehadiran teman-teman yang menjadi representasi yang diidentifikasi bagian dari kelompok tersebut.” 

Menanggapi hal tersebut, Yuga selaku bagian dari penyelenggara menyampaikan kendala dan mengakui ketidaktahuan serta meminta maaf atas hal tersebut. “Kami tidak mengetahui secara ekstensif, kalau ternyata memang ada teman-teman Hope Circle atau teman-teman dari lembaga-lembaga yang concern nya advokasi  LGBTIQ+. Itu kami baru tau banget. Kami minta maaf kan karena itu.” 

“Policy brief itu muatannya cukup kompleks. Kami mengkaji beberapa dari perspektif keilmuan, salah satunya dari perspektif fisiologi, perspektif psikologi, perspektif kebijakan publik.” Yuga menjelaskan saat ditanya apa saja yang akan dimuat ke dalam Policy Brief. 

“Dan isinya kemudian berkenaan tentang sebenarnya bagaimana desain kebijakan yang ideal, karena kan banyak usul kayak RUU MUI dan LGBTIQ+. Perda (Peraturan Daerah) LGBT juga sedang digodok sekarang di Pemkot (Pemerintah Kota) atau di Pemprov (Pemerintah Provinsi).”  

Yuga juga menambahkan terkait agenda tersebut yang akan terus berlanjut, “Kegiatan ini insya Allah akan dilaksanakan minimal, itu dua bulan sekali, berbarengan dengan beberapa agenda-agenda lainnya. Dan polisi brief ini akan terus di follow up, paling nggak sampai kita dapat goals untuk minimal audiensi. Audiensi dengan forum-forum terkait, dengan aparat-aparat terkait untuk ngomongin soal isu yang  LGBTIQ+ lebih kompleks.”

 

(jpp/yd/asa)

Red. faa

You Might Also Like

Problematika Tak Kunjung Berakhir : Tindakan Diskriminatif pada Komunitas LGBTIQ+ Menjadi Persoalan Serius

MPM FISIP UNMUL Gelar Mimbar Bebas di Teras Samarinda, Serukan Penolakan terhadap Kekerasan dan Diskriminasi

PKKMB UNMUL 2026 Diselenggarakan di Luar Ruangan, FISIP Fasilitasi Kebutuhan Mahasiswa

Mahasiswa Baru Program Studi Pemerintahan Integratif Perdana Ikuti PKKMB UNMUL

BEM FISIP UNMUL Sampaikan Pernyataan Sikap, Soroti Fasilitas Mahasiswa Baru saat PKKMB 2026

FISIPERS UNMUL August 20, 2026
Share this Article
Facebook TwitterEmail Print
Previous Article MPM FISIP UNMUL Gelar Mimbar Bebas di Teras Samarinda, Serukan Penolakan terhadap Kekerasan dan Diskriminasi
Next Article Problematika Tak Kunjung Berakhir : Tindakan Diskriminatif pada Komunitas LGBTIQ+ Menjadi Persoalan Serius

Stay Connected

Instagram Follow
Youtube Subscribe

Latest News

Problematika Tak Kunjung Berakhir : Tindakan Diskriminatif pada Komunitas LGBTIQ+ Menjadi Persoalan Serius
Berita
Tindakan Diskriminatif Berujung Aksi Kekerasan terhadap LGBTIQ+ : Perlunya Kebijakan Perlindungan Kaum Marjinal
Berita
MPM FISIP UNMUL Gelar Mimbar Bebas di Teras Samarinda, Serukan Penolakan terhadap Kekerasan dan Diskriminasi
Berita
PKKMB UNMUL 2026 Diselenggarakan di Luar Ruangan, FISIP Fasilitasi Kebutuhan Mahasiswa
Berita
//

Resmi didirikan pada tahun 2022, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS merupakan unit kegiatan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman yang berfokus pada bidang jurnalistik dan multimedia.

Menu Lainya

  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • GALERI
  • BOOKLET

Kategori

  • BERITA
  • SEPUTAR FISIP
  • EDUKASI
  • EVENT
  • HIBURAN DAN GAYA HIDUP
  • OPINI
August 2026
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

© 2026 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS - Fakulltas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman

Selamat Datang Di FISIPERS

Good News, Good Ideas!

https://fisipers.fisip.unmul.ac.id

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?