FISIPERS - Good News, Good IdeasFISIPERS - Good News, Good Ideas
  • HOME
  • BERITA
  • OPINI
  • SEPUTAR FISIP
  • KATEGORI LAINNYA
    • EDUKASI
    • EVENT
    • HIBURAN DAN GAYA HIDUP
  • PROFIL
    • TENTANG KAMI
    • KONTAK
    • GALERI
    • BOOKLET
    • SEJARAH
Notification Show More
Latest News
Problematika Tak Kunjung Berakhir : Tindakan Diskriminatif pada Komunitas LGBTIQ+ Menjadi Persoalan Serius
August 22, 2026
Tindakan Diskriminatif Berujung Aksi Kekerasan terhadap LGBTIQ+ : Perlunya Kebijakan Perlindungan Kaum Marjinal
August 20, 2026
MPM FISIP UNMUL Gelar Mimbar Bebas di Teras Samarinda, Serukan Penolakan terhadap Kekerasan dan Diskriminasi
August 16, 2026
PKKMB UNMUL 2026 Diselenggarakan di Luar Ruangan, FISIP Fasilitasi Kebutuhan Mahasiswa
August 7, 2026
Ayam Jantan Tanpa Jengger
August 7, 2026
FISIPERS - Good News, Good IdeasFISIPERS - Good News, Good Ideas
  • HOME
  • BERITA
  • OPINI
  • SEPUTAR FISIP
  • KATEGORI LAINNYA
  • PROFIL
  • HOME
  • BERITA
  • OPINI
  • SEPUTAR FISIP
  • KATEGORI LAINNYA
    • EDUKASI
    • EVENT
    • HIBURAN DAN GAYA HIDUP
  • PROFIL
    • TENTANG KAMI
    • KONTAK
    • GALERI
    • BOOKLET
    • SEJARAH
Have an existing account? Sign In
© 2026 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS - Fakulltas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman

Dari Ruang Kelas ke Ruang Publik

Sejarah dan Perkembangan UKM FISIPERS FISIP Universitas Mulawarman

 

Sebuah Organisasi yang Lahir dari Kegelisahan

Setiap organisasi memiliki cerita asal-usulnya sendiri. Ada yang lahir dari perintah struktural, ada yang lahir dari kebutuhan administratif, dan ada pula yang lahir dari kegelisahan. UKM FISIPERS termasuk dalam kategori terakhir.

Kegelisahan itu sederhana namun mendasar: bahwa di sebuah fakultas yangi mengajarkan teori komunikasi, teori media, dan teori demokrasi, belum ada ruang bagi mahasiswa untuk mempraktikkan semua itu secara nyata. Ilmu komunikasi diajarkan di ruang kelas, tetapi kerja jurnalistik, kerja mencari, memverifikasi, menulis, dan menyiarkan informasi, belum memiliki wadah kelembagaan. Padahal justru di situlah teori menemukan ruang untuk terus bertumbuh dan berdampak. Dari kegelisahan itulah FISIPERS bermula.

 

Bertemunya Mahasiswa dan Akademisi

UKM FISIPERS digagas dari perjumpaan dua pihak yang memiliki keresahan serupa, yaitu mahasiswa Ilmu Komunikasi yang menginginkan ruang praktik jurnalistik dan akademisi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Mulawarman yang melihat perlu adanya laboratorium hidup bagi keilmuan yang mereka ajarkan. Pertemuan gagasan ini melahirkan sebuah organisasi yang sejak awal dirancang bukan sebagai organisasi kegiatan semata, melainkan sebagai organisasi yang berfokus pada kerja-kerja nyata jurnalistik, yakni organisasi yang produknya adalah karya jurnalistik, bukan sekadar rangkaian acara.

Sejak tahun 2021, FISIPERS sudah mulai aktif bergerak. Hal-hal mendasar terkait kerja jurnalistik pelan-pelan berlabuh. Ia sudah menulis, sudah mendokumentasikan, dan sudah hadir di ruang-ruang kampus sebagai pihak yang mencatat. 

 

Struktur Kelembagaan dan Transformasinya

Sejarah sebuah organisasi juga terbaca dari bagaimana ia menyusun dan menyusun ulang dirinya. Perubahan struktur bukan sekadar urusan bagan, melainkan cerminan dari cara organisasi membaca kebutuhan di zamannya.

Pada periode awal kepengurusan tahun 2022 hingga 2024, struktur UKM FISIPERS terdiri atas jajaran struktural yang mencakup Ketua, Sekretaris, dan Bendahara, serta lima bidang kerja yaitu Redaksi, Humas, Artistik, Fotografi, dan Sumber Daya Manusia. Susunan ini mencerminkan pembagian kerja klasik sebuah lembaga pers, di mana ada yang memimpin dan mengelola administrasi, ada yang memproduksi isi, ada yang membangun relasi, ada yang mengurus tampilan visual, dan ada yang menyiapkan kader.

Memasuki periode 2024 hingga 2025, struktur tersebut mengalami penyesuaian dengan hadirnya posisi Wakil Ketua, sehingga jajaran struktural menjadi Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, dan Bendahara, sementara lima bidang kerja sebelumnya tetap dipertahankan. Penambahan Wakil Ketua bukan sekadar penambahan jabatan. Ia menandakan bahwa beban koordinasi organisasi telah tumbuh melampaui kapasitas satu orang, sekaligus membuka mekanisme regenerasi kepemimpinan yang lebih tertata, karena posisi wakil menjadi ruang pembelajaran bagi kepemimpinan berikutnya. Penyesuaian ini juga dimaksudkan untuk mengefisienkan gerak organisasi agar tetap adaptif terhadap dinamika yang berkembang.

Perkembangan struktural berikutnya terjadi melalui proses evaluasi dan Musyawarah Besar UKM FISIPERS, ketika organisasi mengambil langkah menyatukan divisi Artistik ke dalam Fotografi sehingga terbentuk divisi baru bernama Artografi. Keputusan ini lahir dari pembacaan atas realitas kerja media kontemporer. Di era produksi konten digital, batas antara fotografi, desain grafis, videografi, dan tata visual semakin cair. Seorang pekerja media hari ini jarang hanya memotret atau hanya mendesain, sebab ia dituntut memahami keseluruhan bahasa visual sebuah karya. Penyatuan ini sekaligus merupakan langkah efektivitas, karena alih-alih dua divisi yang bekerja paralel dengan koordinasi terpisah, Artografi memungkinkan alur kerja visual berjalan selaras, mulai dari perencanaan konsep, pengambilan gambar, hingga pengolahan akhir. Dengan demikian, transformasi struktural FISIPERS bergerak dalam satu logika yang konsisten, yakni struktur mengikuti kerja, bukan sebaliknya.

 

Estafet Kepemimpinan

Salah satu ukuran kesehatan sebuah organisasi adalah kemampuannya berganti kepemimpinan tanpa kehilangan arah. Sepanjang perjalanannya, UKM FISIPERS telah melewati lima periode kepemimpinan. Kepemimpinan pertama dipegang oleh Shiba Syahidah pada tahun 2022, dilanjutkan oleh Narendra Lintang Samudra pada tahun 2023, kemudian Yaasiina Nur Laila Aprilia pada tahun 2024, berikutnya Ekmal Muhammad Firyal pada tahun 2025, dan saat ini diteruskan oleh Yofa Destari pada tahun 2026.

Yang menarik dari estafet ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan bahwa setiap periode membawa penekanan yang berbeda, dan penekanan itu tampak berlapis serta saling melanjutkan alih-alih saling menghapus. Tahun 2022 menjadi masa membangun fondasi, tahun 2023 menjadi masa mengaktifkan fungsi jurnalistik, tahun 2024 menjadi masa memperkuat branding dan transformasi digital, tahun 2025 menjadi masa memperluas jangkauan dan peran sosial, dan tahun 2026 menjadi masa konsolidasi organisasi serta kaderisasi untuk keberlanjutan.

Pola tersebut menunjukkan sesuatu yang jarang dimiliki organisasi mahasiswa, yaitu kontinuitas arah. Setiap ketua tidak memulai dari nol, melainkan melanjutkan dari titik yang ditinggalkan pendahulunya. Fondasi dibangun lebih dulu, baru fungsi diaktifkan; fungsi berjalan lebih dulu, baru identitas diperkuat; identitas mapan lebih dulu, baru peran diperluas; dan peran meluas lebih dulu, baru konsolidasi serta kaderisasi menjadi agenda utama.

 

Perkembangan Organisasi

Fase Awal dan Pembentukan Fondasi

Tahun 2022 menjadi fase awal berjalannya UKM FISIPERS secara operasional di lingkungan FISIP Universitas Mulawarman. Pada tahap ini, FISIPERS mulai membangun fondasi organisasi melalui pengenalan identitas, pembentukan struktur kepengurusan, pembagian fungsi kerja, serta pengenalan peran media mahasiswa kepada sivitas akademika.

Aktivitas publikasi mulai dijalankan sebagai sarana untuk memperkenalkan keberadaan FISIPERS sekaligus membangun karakter organisasi sebagai wadah mahasiswa dalam menjalankan kerja jurnalistik dan produksi informasi. Pada fase ini, pekerjaan terbesar bukanlah menghasilkan karya sebanyak-banyaknya, melainkan menanamkan pemahaman, baik ke dalam maupun ke luar, tentang apa itu pers mahasiswa dan mengapa ia berbeda dari organisasi kemahasiswaan lainnya. Fase ini menjadi titik penting karena FISIPERS tidak hanya membentuk struktur kelembagaan, tetapi mulai membangun identitas dan budaya kerja organisasi, yakni budaya menulis, budaya memverifikasi, dan budaya mencatat.

 

Tahun 2023 Fase Aktivasi dan Ekspansi Publikasi

Memasuki tahun 2023, aktivitas FISIPERS mulai menunjukkan perkembangan yang lebih signifikan. Produksi dan publikasi berita, opini, dokumentasi kegiatan kampus, serta konten media sosial dilakukan secara lebih aktif dan terarah. Kehadiran FISIPERS mulai memperoleh ruang yang lebih luas dalam dinamika informasi di lingkungan kampus, dan mahasiswa mulai mengenali FISIPERS bukan hanya sebagai nama organisasi, tetapi sebagai sumber informasi yang dapat dirujuk.

Peningkatan intensitas publikasi juga mendorong organisasi untuk memperkuat kapasitas kader dalam bidang jurnalistik, penulisan, dokumentasi, dan pengelolaan media digital. Pelatihan internal, pendampingan penulisan, dan pembiasaan alur kerja redaksi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda, sebab publikasi yang meningkat tanpa peningkatan kapasitas hanya akan melahirkan karya yang rapuh. Dengan demikian, FISIPERS mulai bergerak dari sekadar membangun eksistensi organisasi menuju penguatan fungsi media mahasiswa sebagai ruang informasi dan ekspresi mahasiswa.

 

Tahun 2024 Fase Penguatan Branding dan Transformasi Digital

Pada tahun 2024, perkembangan FISIPERS semakin terlihat melalui penguatan identitas dan branding digital. FISIPERS tidak hanya berfokus pada produksi berita, tetapi mulai memperluas bentuk konten melalui multimedia, dokumentasi kegiatan, serta kolaborasi dalam berbagai agenda kampus. Pemanfaatan media sosial menjadi semakin strategis dalam memperluas jangkauan informasi dan membangun kedekatan dengan audiens mahasiswa. Bahasa visual, konsistensi identitas, dan pemilihan format konten menjadi pertimbangan yang diperhitungkan secara sadar, tidak lagi sekadar mengikuti kebiasaan.

Perubahan tersebut menunjukkan adanya proses adaptasi organisasi terhadap perkembangan ekosistem media digital, di mana media mahasiswa tidak lagi hanya dituntut untuk menghasilkan informasi, tetapi juga mampu mengemas, mendistribusikan, dan membangun keterlibatan audiens terhadap informasi yang diproduksi. Di sinilah FISIPERS menghadapi tantangan khas media kontemporer, yaitu bagaimana menjangkau audiens seluas mungkin tanpa mengorbankan kedalaman dan akurasi. Tantangan ini tidak selesai di tahun tersebut, dan barangkali memang tidak akan pernah benar-benar selesai, sebab ia menjadi ketegangan produktif yang terus menemani kerja FISIPERS.

 

Fase Ekspansi Peran dan Penguatan Posisi

Memasuki tahun 2025, jangkauan audiens FISIPERS semakin luas dengan produksi konten yang lebih konsisten dan meningkatnya keterlibatan publik terhadap berbagai informasi yang disampaikan. FISIPERS mulai memperlihatkan peran yang lebih luas, tidak hanya sebagai lembaga yang melakukan peliputan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pers mahasiswa yang ikut merespons dinamika sosial dan isu publik. Isu yang diangkat tidak lagi berhenti di pagar kampus, sebab persoalan kebijakan, lingkungan, dan kepentingan publik di Kalimantan Timur turut masuk dalam agenda liputan.

Keterlibatan dalam jejaring pers mahasiswa Samarinda turut membuka ruang bagi FISIPERS untuk memperluas perspektif, membangun kolaborasi, serta meningkatkan kapasitas advokasi digital. Pada fase ini, FISIPERS mulai menegaskan identitasnya sebagai media mahasiswa yang tidak hanya merekam peristiwa, tetapi turut mengawal isu dan membuka ruang diskursus publik melalui kerja jurnalistik. Pergeseran dari merekam menuju mengawal adalah pergeseran yang menuntut keberanian sekaligus kehati-hatian, sebab mengawal isu berarti bersedia menanggung konsekuensinya.

 

Fase Konsolidasi dan Kaderisasi Berkelanjutan

Memasuki tahun 2026, agenda FISIPERS bergeser ke dalam, yaitu mengonsolidasikan organisasi dan memperkuat sistem kaderisasi demi keberlanjutan. Fase ini lahir dari kesadaran yang matang. Setelah jangkauan meluas dan peran menguat, pertanyaan berikutnya menjadi tak terhindarkan, yakni siapa yang akan melanjutkan. Organisasi yang tumbuh cepat tanpa sistem kaderisasi yang kuat berisiko kehilangan momentum begitu generasi penggeraknya lulus.

Konsolidasi pada fase ini mencakup penataan alur kerja internal, penguatan dokumentasi kelembagaan, pembakuan mekanisme redaksi, serta perancangan pola kaderisasi yang tidak bergantung pada individu tertentu. Tujuannya jelas, yaitu memastikan bahwa pengetahuan dan budaya kerja FISIPERS dapat ditransfer secara sistematis, bukan sekadar diwariskan secara lisan dari satu angkatan ke angkatan berikutnya.

 

Masa Pasif dan Kebangkitan

Sejarah yang jujur tidak hanya mencatat pencapaian. Dalam perjalanannya, UKM FISIPERS sempat mengalami masa pasif akibat dinamika internal organisasi. Masa pasif ini adalah risiko yang melekat pada hampir semua organisasi mahasiswa. Regenerasi yang terputus, kesibukan akademik pengurus, perbedaan pandangan di internal, atau menurunnya intensitas kerja kolektif dapat membuat sebuah organisasi berhenti bergerak meski secara administratif masih berdiri.

Namun yang menentukan bukanlah apakah sebuah organisasi pernah jatuh, melainkan apakah ia mampu bangkit. FISIPERS bangkit, dan kebangkitan itu bukan sekadar kembalinya aktivitas, melainkan penegasan kembali atas karakter sejatinya, bahwa FISIPERS adalah pers mahasiswa dan bukan organisasi kegiatan biasa.

Sebagai pers mahasiswa, FISIPERS mengemban tugas-tugas yang melekat pada kerja jurnalistik. Ia menghimpun, mengolah, dan menyiarkan informasi kepada sivitas akademika secara akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan dan praktik kelembagaan di lingkungan kampus, dengan mendasarkan kritik pada data dan verifikasi, bukan pada prasangka. Ia menyerap dan menyalurkan aspirasi mahasiswa, khususnya suara-suara yang tidak memiliki akses ke ruang pengambilan keputusan. Ia menjadi ruang pembelajaran jurnalistik, tempat mahasiswa berlatih menulis, meliput, memverifikasi, mendokumentasikan, dan mengelola media. Dan ia mendokumentasikan sejarah fakultas, sebab tanpa pencatat, peristiwa akan hilang bersama angkatan yang mengalaminya.

Dalam posisinya di FISIP Unmul, FISIPERS berdiri pada titik yang khas. Ia adalah bagian dari kelembagaan mahasiswa fakultas, namun sekaligus harus menjaga jarak kritis terhadap seluruh pihak, termasuk terhadap kelembagaan mahasiswa itu sendiri dan terhadap struktur fakultas. Posisi ini tidak selalu nyaman, tetapi justru ketidaknyamanan itulah yang menjadikan pers mahasiswa bermakna. Kebangkitan FISIPERS setelah masa pasif membuktikan bahwa nilai-nilai organisasi telah tertanam cukup dalam untuk bertahan melampaui satu generasi pengurus.

 

FISIPERS dan Aliansi Persma Samarinda

Salah satu langkah paling strategis dalam sejarah FISIPERS adalah keputusannya untuk tidak bekerja sendirian. Menyadari bahwa persoalan yang dihadapi pers mahasiswa bersifat struktural dan melampaui batas satu kampus, FISIPERS mengadaptasi pola kolaborasi dengan lembaga-lembaga pers mahasiswa lain di Samarinda. Dari kolaborasi inilah FISIPERS menjadi salah satu pencetus Aliansi Persma Samarinda.

Aliansi Persma Samarinda berfungsi sebagai forum eksternal bagi lembaga pers mahasiswa se-Samarinda dengan dua mandat utama. Mandat pertama adalah advokasi, yaitu memberikan perlindungan dan pendampingan bagi jurnalis mahasiswa yang menghadapi tekanan, intimidasi, atau hambatan dalam menjalankan kerja jurnalistik. Mandat kedua adalah penyerapan aspirasi, yaitu menjadi kanal bersama untuk menghimpun dan menyuarakan persoalan publik yang dihadapi mahasiswa maupun masyarakat.

Dalam menjalankan fungsinya, Aliansi Persma Samarinda dinaungi oleh Aliansi Jurnalis Independen. Naungan ini penting karena memberikan dua hal sekaligus, yaitu legitimasi dan transfer pengetahuan. Melalui AJI, jurnalis mahasiswa memperoleh akses pada standar kerja jurnalistik profesional, pemahaman kode etik, serta jaringan perlindungan yang lebih luas.

Keberadaan aliansi ini menjawab satu kerentanan mendasar pers mahasiswa, yakni posisinya yang secara kelembagaan berada di bawah otoritas kampus sehingga rentan menghadapi tekanan ketika memberitakan hal-hal yang tidak diinginkan pihak tertentu. Bagi FISIPERS sendiri, keterlibatan dalam aliansi membawa dampak yang terasa ke dalam, sebab perspektif kader meluas melampaui isu kampus, standar kerja jurnalistik meningkat karena bersinggungan dengan lembaga-lembaga lain, dan kapasitas advokasi organisasi tumbuh secara nyata.

 

Jati Diri dan Tujuan Organisasi

Setelah melewati fase pembentukan, pasang surut, dan ekspansi peran, UKM FISIPERS hari ini merumuskan tujuannya secara tegas.

Tujuan pertama adalah membina dan mengembangkan kemampuan media dan jurnalistik mahasiswa FISIP Unmul. FISIPERS berperan sebagai ruang belajar praktis di mana teori komunikasi yang dipelajari di kelas diuji melalui kerja nyata. Di sinilah mahasiswa belajar bahwa menulis berita bukan sekadar merangkai kalimat melainkan menyusun fakta yang telah diverifikasi, bahwa wawancara bukan sekadar bertanya melainkan menggali, dan bahwa memotret bukan sekadar mengabadikan melainkan bercerita.

Tujuan kedua adalah menjadi media informasi yang objektif dan kredibel bagi mahasiswa FISIP Unmul. Di tengah derasnya arus informasi yang tidak terverifikasi, kehadiran media yang berkomitmen pada akurasi menjadi kebutuhan. FISIPERS berupaya menempati posisi sebagai rujukan, bukan sebagai yang tercepat, melainkan sebagai yang dapat dipercaya.

Tujuan ketiga adalah membangun insan pewarta dengan kemampuan jurnalistik dan media yang dikorelasikan dengan gerak pers mahasiswa. Kaderisasi FISIPERS tidak berhenti pada penguasaan teknis. Kemampuan menulis dan memproduksi konten harus disertai pemahaman ideologis tentang mengapa kerja itu dilakukan. Insan pewarta FISIPERS diharapkan tidak hanya mampu membuat karya, tetapi juga memahami posisi dan keberpihakan pers mahasiswa terhadap kepentingan publik.

Tujuan keempat adalah menjalankan fungsi kontrol sosial dengan integritas. Inilah penegasan paling mendasar dari FISIPERS, bahwa ia bukan sekadar organisasi yang menyelenggarakan acara atau menyambut mahasiswa baru. Kegiatan-kegiatan semacam itu memang dijalankan, tetapi ia bukan inti. Inti dari kerja FISIPERS adalah mengawasi, mencatat, mempertanyakan, dan menyampaikan.

Kontrol sosial yang dijalankan FISIPERS berpijak pada sejumlah prinsip. Verifikasi harus mendahului publikasi, sebab kritik tanpa data adalah tuduhan sementara kritik dengan data adalah jurnalisme. Keseimbangan harus dijaga, sebab setiap pihak yang diberitakan berhak memperoleh ruang untuk menjelaskan. Independensi harus dipertahankan, dengan tidak berpihak pada kepentingan individu, kelompok, atau kekuasaan mana pun kecuali kepentingan publik. Keberanian harus disertai tanggung jawab, yaitu berani menyampaikan yang benar dan berani pula mengoreksi ketika keliru. Dan perlindungan narasumber harus dijunjung, sebab kepercayaan yang diberikan narasumber adalah amanah yang tidak boleh dikhianati.

Dengan prinsip-prinsip tersebut, FISIPERS menempatkan integritas bukan sebagai slogan, melainkan sebagai syarat kerja. Sebab kredibilitas sebuah lembaga pers dibangun bertahun-tahun dan dapat runtuh hanya oleh satu kekeliruan yang tidak dipertanggungjawabkan.

 

Mengukur Perkembangan dengan Ukuran yang Tepat

Perkembangan FISIPERS bukan hanya dapat diukur dari jumlah publikasi atau peningkatan lalu lintas media, tetapi juga dari kemampuan organisasi dalam membangun kader, identitas kelembagaan, jejaring, dan fungsi kontrol sosial. Angka memang penting sebagai indikator, tetapi angka tidak menjelaskan segalanya. Sebuah organisasi bisa saja menghasilkan banyak konten dengan jangkauan luas, namun gagal menumbuhkan kader yang memahami mengapa konten itu dibuat. Sebaliknya, organisasi dengan produksi yang lebih sedikit namun memiliki kader yang matang secara ideologis dan teknis justru memiliki fondasi yang lebih kokoh.

Organisasi yang berkembang pada akhirnya bukan sekadar organisasi yang semakin dikenal, melainkan organisasi yang mampu menumbuhkan kader-kader baru, mentransfer pengetahuan, dan memastikan keberlanjutan estafet kepemimpinan. Hal ini penting karena keberlanjutan FISIPERS tidak semata-mata bergantung pada siapa yang menjadi ketua pada setiap periode, melainkan pada seberapa kuat sistem kaderisasi dan budaya organisasinya dalam melahirkan generasi berikutnya. Kepemimpinan yang baik memang mempercepat, tetapi sistem yang baiklah yang membuat organisasi bertahan.

Tantangan khas organisasi mahasiswa terletak pada siklus regenerasinya yang sangat cepat. Dalam rentang tiga hingga empat tahun, seluruh penggerak organisasi akan berganti. Tanpa dokumentasi, tanpa pembakuan alur kerja, dan tanpa penanaman nilai yang konsisten, setiap angkatan akan memulai dari nol dan mengulangi kesalahan yang sama. Justru di titik inilah penulisan sejarah organisasi memiliki fungsi praktis, sebab ia bukan sekadar nostalgia, melainkan alat transfer pengetahuan antargenerasi.

Sejalan dengan posisi FISIP Unmul yang memiliki ekosistem kemahasiswaan yang besar, FISIPERS memiliki ruang strategis untuk terus berkembang sebagai media mahasiswa dan ruang pembelajaran jurnalistik. Besarnya ekosistem berarti banyaknya peristiwa yang perlu dicatat, banyaknya kebijakan yang perlu diawasi, dan banyaknya suara yang perlu disalurkan.

 

Yang Dicatat dan Yang Mencatat

Dari sebuah gagasan yang lahir di ruang-ruang diskusi mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIPERS tumbuh menjadi lembaga pers mahasiswa yang memiliki struktur, tradisi kerja, jejaring, dan yang terpenting, alasan keberadaan yang jelas.

Perjalanan dari 2021 hingga hari ini memperlihatkan pola yang konsisten. FISIPERS selalu bergerak lebih dulu, lalu merapikan langkahnya kemudian. Ia bekerja sebelum diakui, ia memperluas peran sebelum memperkuat sistem, dan kini ia berkonsolidasi setelah tumbuh. Barangkali di situlah karakter sejati organisasi ini, bahwa ia lebih dulu melakukan, baru kemudian menjelaskan.

 

Namun satu hal yang tidak pernah berubah. Di setiap peristiwa yang terjadi di FISIP UNMUL, pada setiap kebijakan yang diputuskan, setiap aspirasi yang disuarakan, dan setiap persoalan yang muncul, selalu ada pihak yang bertugas mencatat. Bukan untuk kepentingan dirinya sendiri, melainkan agar peristiwa itu tidak hilang, agar keputusan itu dapat dipertanggungjawabkan, dan agar suara itu terdengar. Itulah tugas yang diemban FISIPERS, dan itulah yang akan terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Sebab sejarah hanya bertahan ketika ada yang bersedia menuliskannya.

 

Stay Connected

Instagram Follow
Youtube Subscribe

Latest News

Problematika Tak Kunjung Berakhir : Tindakan Diskriminatif pada Komunitas LGBTIQ+ Menjadi Persoalan Serius
Berita
Tindakan Diskriminatif Berujung Aksi Kekerasan terhadap LGBTIQ+ : Perlunya Kebijakan Perlindungan Kaum Marjinal
Berita
MPM FISIP UNMUL Gelar Mimbar Bebas di Teras Samarinda, Serukan Penolakan terhadap Kekerasan dan Diskriminasi
Berita
PKKMB UNMUL 2026 Diselenggarakan di Luar Ruangan, FISIP Fasilitasi Kebutuhan Mahasiswa
Berita
//

Resmi didirikan pada tahun 2022, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS merupakan unit kegiatan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman yang berfokus pada bidang jurnalistik dan multimedia.

Menu Lainya

  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • GALERI
  • BOOKLET

Kategori

  • BERITA
  • SEPUTAR FISIP
  • EDUKASI
  • EVENT
  • HIBURAN DAN GAYA HIDUP
  • OPINI
August 2026
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

© 2026 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS - Fakulltas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman

Selamat Datang Di FISIPERS

Good News, Good Ideas!

https://fisipers.fisip.unmul.ac.id

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?