FISIPERS - Good News, Good IdeasFISIPERS - Good News, Good Ideas
  • Home
  • Berita
  • Opini
  • Seputar FISIP
  • Kategori Lainya
    • Edukasi
    • Event
    • Hiburan dan Gaya Hidup
  • Pages
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Galeri
Reading: RUU TNI Disahkan: Bahaya Dominasi TNI di Ranah Sipil
Share
Notification Show More
Latest News
Aksi Pencerdasan oleh Mahasiswa FISIP UNMUL : Tolak Wacana Pilkada oleh DPRD
January 20, 2026
Pacaran yang Membungkam Suara Anak : Refleksi Child Grooming dari Buku Broken Strings
January 16, 2026
MPM FISIP UNMUL Menggugat PEMIRA KM : Dugaan Adanya Indikasi Pelanggaran
December 18, 2025
FISIP PEDULI : Mahasiswa FISIP Lakukan Galang Dana Untuk Bencana Banjir & Longsor di Aceh-Sumut-Sumbar
December 10, 2025
Nuansa Nasional di Politik Kampus
December 5, 2025
Aa
Aa
FISIPERS - Good News, Good IdeasFISIPERS - Good News, Good Ideas
  • Berita
  • Seputar FISIP
  • Edukasi
  • Event
  • Opini
  • Hiburan dan Gaya Hidup
  • Categories
    • Seputar FISIP
    • Opini
    • Berita
    • Hiburan dan Gaya Hidup
    • Event
    • Edukasi
  • Bookmarks
  • Lainya
    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Galeri
Have an existing account? Sign In
  • Advertise
© 2026 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS - Fakulltas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman
FISIPERS - Good News, Good Ideas > Blog > Opini > RUU TNI Disahkan: Bahaya Dominasi TNI di Ranah Sipil
Opini

RUU TNI Disahkan: Bahaya Dominasi TNI di Ranah Sipil

FISIPERS UNMUL
By FISIPERS UNMUL Published April 9, 2025
Last updated: 2025/05/03 at 1:08 PM
Share
Potret kedekatan Presiden Soeharto dengan petinggi militer. (DW/Picture Alliance/dpa/A. Lolong)
SHARE
Masa Orde Baru, di mana Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) memiliki peran ganda, baik di sektor pertahanan maupun politik, menyimpan sejarah kelam. Pada masa itu, tentara kerap menggunakan kekerasan untuk mengintimidasi masyarakat. Kekerasan yang terjadi, seperti pada Peristiwa Tanjung Priok (1984) dan Peristiwa Talangsari (1989), sudah cukup untuk menggambarkan betapa bahayanya apabila angkatan bersenjata diberi akses untuk menempati posisi atau jabatan tertentu di instansi nonmiliter alias ranah masyarakat sipil.

Terkait dengan berita yang baru-baru ini hangat diperbincangkan, yakni DPR yang baru saja mengesahkan RUU TNI menjadi UU pada Kamis, 20 Maret 2025, hal ini tentu menimbulkan keresahan dan kemarahan dari masyarakat sipil. TNI, yang seharusnya hanya berfokus pada sektor pertahanan dan keamanan, kini memiliki akses serta wewenang untuk ikut terlibat dalam politik. Hal ini dikhawatirkan akan membuka jalan bagi angkatan bersenjata untuk mendominasi kedudukan di ranah sipil. Kekhawatiran lainnya adalah melemahnya profesionalitas TNI, yang berarti TNI tidak lagi fokus pada fungsi utama dan tugas pokoknya sebagai alat negara di bidang pertahanan.

Belum lagi cara kerja tentara yang bersifat hierarkis, di mana perintah atasan bersifat mutlak dan harus dipatuhi oleh bawahannya tanpa ruang untuk berdebat dan bertukar pikiran. Bayangkan jika hal itu terjadi, bagaimana jadinya demokrasi di negara ini? Bagaimana nasib kebebasan warga negara dalam mengekspresikan pendapatnya apabila dibatasi dan diancam oleh angkatan bersenjata? Tentu akan sulit bagi masyarakat untuk memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah karena takut diintimidasi dengan kekerasan.

Pengesahan RUU TNI ini tentu saja harus kita tolak. TNI memiliki tugas untuk menjaga pertahanan dan keamanan, bukan ikut berpartisipasi dalam ranah politik—apalagi sampai mengancam menggunakan kekerasan terhadap masyarakat yang menyuarakan pendapatnya. Kebebasan berekspresi harus tetap ada di negara ini. Ia merupakan hak fundamental setiap individu. Proses diskusi, debat, dan bertukar pikiran yang terjadi di masyarakat merupakan tanda bahwa demokrasi itu hidup.

Penulis: Muhammad Naufal
Prodi : Hubungan Internasional (2024)

You Might Also Like

Pacaran yang Membungkam Suara Anak : Refleksi Child Grooming dari Buku Broken Strings

Nuansa Nasional di Politik Kampus

Dana Rp200 Triliun untuk Stabilitas: Solusi Nyata atau Hanya Janji Semata?

Ketika Bendahara Negara Angkat Kaki: Stabilitas Bukan Lagi Sekadar Janji

Kartini Modern dalam Perspektif Mahasiswa Ilmu Pemerintahan

FISIPERS UNMUL April 9, 2025
Share this Article
Facebook TwitterEmail Print
Previous Article MENJAGA KEBEBASAN PERS
Next Article Peringati Hari Bumi Sedunia BEM FISIP Unmul Gelar ECO FISIP

Stay Connected

Instagram Follow
Youtube Subscribe

Latest News

Aksi Pencerdasan oleh Mahasiswa FISIP UNMUL : Tolak Wacana Pilkada oleh DPRD
Berita
Pacaran yang Membungkam Suara Anak : Refleksi Child Grooming dari Buku Broken Strings
Opini
MPM FISIP UNMUL Menggugat PEMIRA KM : Dugaan Adanya Indikasi Pelanggaran
Berita Seputar FISIP
FISIP PEDULI : Mahasiswa FISIP Lakukan Galang Dana Untuk Bencana Banjir & Longsor di Aceh-Sumut-Sumbar
Berita Seputar FISIP
//

Resmi didirikan pada tahun 2022, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS merupakan unit kegiatan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman yang berfokus pada bidang jurnalistik dan multimedia.

Menu Lainya

  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • GALERI

Kategori

  • BERITA
  • SEPUTAR FISIP
  • EDUKASI
  • EVENT
  • HIBURAN DAN GAYA HIDUP
  • OPINI
February 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan    

© 2026 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS - Fakulltas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman

Selamat Datang Di FISIPERS

Good News, Good Ideas!

https://fisipers.fisip.unmul.ac.id

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?