FISIPERS – Pada 14 Februari 2026, Unit Kegiatan Mahasiswa Olahraga (UKM O) FISIP UNMUL berpartisipasi dalam National Collegiate Futsal Series (NCFS) Region Samarinda 2026 di Gelanggang Olah Raga (GOR) Kadrie Oening Samarinda sebagai perwakilan FISIP UNMUL.
Sebab baru pertama kali mengumpulkan massa untuk menjadi supporter, terdapat beberapa kendala dalam persiapannya. Meskipun begitu, semangat para supporter tak surut iuntuk memberikan dukungan terbaik untuk tim yang sedang bertanding.
Seperti yang disampaikan Azzam dari Pembangunan Sosial angkatan 2025 selaku koordinator lapangan, “Jadi kesulitan kita sebenarnya juga ada di alat perkusi, uang juga, itu menurut kami adalah kekurangan kita. Namun Alhamdulillah kita punya pemain-pemain yang ada juga jadi masih bisa teman-teman untuk nge backup.”

Sebagai supporter, tentu yang diharapkan Azzam adalah kemenangan untuk tim futsal FISIP UNMUL. Namun Azzam menambahkan, “jika tidak, kasih permainan yang terbaik untuk kita semua, karena kita semua selalu dukung tim kita.”
Azzam juga mengutarakan rasa bahagianya karena massa yang terkumpul untuk supporter memberikan dukungan penuh dan dapat bersorak ria di tribun.
Tak hanya supporter yang memiliki persiapan, para anggota tim pun mempersiapkan sebaik mungkin untuk pertandingan tersebut.
Aditya selaku ketua UKM O FISIP UNMUL sekaligus manager tim FISIP UNMUL menyampaikan bahwa untuk pertandingan tersebut, mereka memiliki persiapan yang cukup panjang.

“Dari bulan sebelas tahun lalu, kami sudah mempersiapkan tim ini, mulai dari seleksi bahkan hingga terbentuknya tim satu ini. Dan bahkan saat bulan dua belas kami sudah menetapkan. Hingga bulan satu kami mengumpulkan dana sendiri untuk bisa mengikuti NCFS tahun ini,” papar Aditya.
Setelah pertandingan, dua orang pemain yaitu Bahrian dari Administrasi Publik angkatan 2021 sebagai Flank dan Syahrul dari Ilmu Pemerintahan angkatan 2023 sebagai Kiper menjelaskan persiapan mereka.
“Kami sudah Latihan dari 2 minggu sebelumnya seperti Latihan fisik dan segala macam. Sama ada uji coba juga sama tim-tim lain. Dan juga tentang match hari ini, Namanya agak beradaptasi lah ya di pertandingan utama jadi mungkin masih agak kesulitan,” tutur Bahrian.
Bahrian juga menyampaikan kesulitan mereka yang tidak memiliki pelatih selama proses latihan dan persiapan. “ Dan untuk kesulitan lain mungkin karena gaada pelatih ya, cuman ada manager aja jadi agak hectic dilapangan.” tambahnya.
Bahrian pun mengakui bahwa ia memiliki ambisi untuk menang, namun setelah pertandingan berakhir ia berpikir kembali terkait evaluasi untuk membenahi kekurangan sebagai bekal di pertandingan selanjutnya.
Selaras dengan harapan Azzam, Bahrian dan Syahrul juga mengharapkan kehadiran mahasiswa FISIP untuk datang meramaikan pertandingan tersebut.

