FISIPERS – Sejak tahun 2019 Program Studi (Prodi) Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman (Unmul) sudah aktif mengajak mahasiswanya turun dalam kegiatan magang, bahkan sebelum kegiatan Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) resmi diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek) melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada tahun 2020 lalu. Program studi yang kerap di singkat AB ini telah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah hingga perusahaan nasional demi memberikan pengalaman praktikal kepada mahasiswanya.
Guna mempersiapkan para mahasiswa mengikuti program MBKM tiap tahunnya diadakanlah kegiatan sosialisasi pada Kamis (30/05/2024) di gedung Integrated Laboratory (I-Lab) Unmul. Wira Bharata S.AB., M.AB., Koordinator program studi administrasi bisnis dan Fareis Althalets, S.Par., MM selaku dosen yang juga merupakan pemateri menegaskan magang tidak sama dengan bekerja. Saat magang mahasiswa dituntut untuk dapat peka memberikan solusi atas kendala maupun masalah yang terjadi. Inovasi-inovasi yang diberikan tersebut akan dinilai sebagai luaran atau output kegiatan.
Kekhawatiran

Sebagai mahasiswa yang aktivitas utamanya tidak jauh dengan rutinitas kampus, bukan tidak mungkin terdapat perasaan khawatir perihal adaptasi jadwal baru ketika mengikuti MSIB. Hal ini dipaparkan oleh Fanny Leviani, mahasiswa administrasi bisnis yang mandaftarkan diri ke studi independen tepatnya di Direktorat Jenderal Kementerian Informatika. Selain aktif sebagai mahasiswa, ia juga sedang menjalankan usaha oleh karena itulah ia mengaku berada di fase kekhawatiran sebelum ikut serta dalam program. “Kekhawatiran pertama aku, yang aku takutnya nggak bisa bagi waktu tapi ternyata pas udah dijalanin bisa”
Ilmu Perkuliahan dan Organisasi
Walau nyatanya banyak ilmu dan pengetahuan baru yang dipelajari melalui program MSIB ini, tak menutup kemungkinan bahwa dunia perkuliahan mengantarkan kemudahan bagi mahasiswa saat terjun di lingkungan profesional.

Menurut Moni Wulan Mahriani, salah satu mahasiswa yang berhasil lolos program magang MSIB di PT Telkom Akses Witel Samarinda, ilmu perkuliahan yang dinilai sangat bermanfaat membantunya menyelesaikan tugas magang adalah analisis SWOT. Analisis SWOT merupakan strategi dasar yang mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor internal dan eksternal apa saja yang memengaruhi kesuksesan suatu bisnis, proyek, ataupun manajemen perusahaan. “Nah di tempatku tuh kerjanya targeting banget kan. Dan untuk mencapai target tiap hari itu beda-beda yang kita kerjain. Jadi ketika kita dikasih target ini, itu kita analisis sendiri nyari tren pakai analisis SWOT,”
Tak hanya ilmu dalam kelas saja, sebagai mahasiswa yang terlibat organisasi kampus dan kemudian aktif dalam magang bersertifikat di Telkomsel Regional Kalimantan, Adinda Dyah Pitaloka menceritakan bila berorganisasi bukan sekadar ikut ikutan saja, melainkan harus dipelajari juga ilmunya.

“Kalau di organisasi itu diajarin kayak kemarin aku jadi bendahara di organisasi, buat laporan keuangan sederhana itu makanan sehari-hari gitu loh nah jadi gitu berguna banget.” Mahasiswa yang akrab dipanggil Adin tersebut juga menambahkan curriculum vitae (CV) yang menarik akan memperbesar peluang diterima mitra. Oleh karena itu skill yang ditulis pada CV seharusnya skill yang memang telah terbukti melalui peran-peran yang diambil dalam berkegiatan.
Pengalaman Berkesan
Program MSIB kian berjalan sukses memberikan pengalaman berkesan bagi mahasiswa-mahasiswa yang berpartisipasi. Mulai dari ilmu dan pengetahuan, hingga menjalin relasi baru bisa didapatkan. Mahasiswa yang menjalankan program ini juga dilatih keterampilannya seperti komunikasi, disiplin, problem solving, dan lain sebagainya. Keterampilan-keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal kompetensi serta pembelajaran yang bermanfaat untuk masa kini dan masa depan tiap mahasiswa.
(rla)